Pembakaran Counter HP di Bangkalan Oleh Orang Tak Dikenal Diduga Bermotif Politik

KANALINDONESIA.COM : Terjadi pembakaran counter HP milik Abdul Salam (27), warung milik Maryamah (30) dan kaca mushola milik Abdurohman (60) tiga – tiganya warga Dusun Langgali, Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur, oleh orang tak dikenal, Kamis(06/10/2016) malam sekira pukul 22.30 WIB diduga bemotif politik.

Walaupun tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena saat kejadian lokasi dalam keadaan kosong. Namun pembakaran dan pengrusakan tersebut diduga kuat bermuatan politik yang berkaitan dengan pencalonan kepala desa dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa setempat.

Diketahui ketiganya masih ada hubungan keluarga dekat dengan Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) Desa Banyoneng Laok.

Baca:  Puluhan Wartawan dan LSM Gerudug Dinas PU, Bina Marga Bangkalan

Disamping itu, pembakaran disertai pengrusakan tersebut diduga juga ada  kaitannya dengan dikeluarkannya Surat Bupati Bangkalan No: 141/1460/ 433.204/2016 yang menjelaskan bahwa tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan oleh P2KD Desa Banyoneng Laok dalam pelaksanaan tahapan Pilkades sehingga bisa melanjutkan kembali tahapan yang sempat terhenti.

Kapolres Bangkalan, AKBP Anissullah M.Ridha didampingi Kapolsek Geger AKP Andy Bahtera, malam itu juga  langsung mendatangi ke tempat kejadian perkara (TKP) sembari melakukan penyelidikan.

Keesokan harinya, usai sholat Jum’at bersama warga di masjid Desa Banyoneng Laok Kecamatan Geger. Kapolres Bangkalan  menggelar tatap muka dan memberi arahan kepada tokoh masyarakat dan warga desa setempat.

AKBP Anis, Kapolres Bangkalan minta agar masyarakat Desa Banyoneng Laok tetap tenang dan tidak terprovokasi atas peristIwa yang telah terjadi.

Baca:  Mensos RI Memilih 500 Desa Dari 5000 Program DSM

“Berikan kesempatan kepada Polres Bangkalan untuk menyelidiki dan mengungkap kasus pengrusakan tersebut,” pinta pak Anis, Jum’at, (7/10/2016).

Kepada Polsek Geger dan Raimas Brimob Jatim yang menggelar patroli bersama,Kapolres meminta supaya terus memonitor situasi dan kondisi (Sikon), khususnya antara pendukung calon kepala desa Banyoning Laok, Marid (incumbent) dengan pendukung Syafi’i bakal calon kades yang digugurkan.

“Saat ini sikon warga Desa Banyoneng Laok tetap tenang, namun petugas patroli sudah diminta terus memantau perkembangan situasi dan segera melaporkan jika ada hal yang dianggap mencurigakan,“ paparnya.(Yans)