Edy Santoso: OTT Inspektoprat Gresik Pukulan Telak

GRESIK, KANALINDONESIA.COM- Komisi I (bidang hukum) DPRD Gresik bakal mengundang Sekkab, Kng.Djoko Sulistiohadi beserta Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), M.Nadlif dan Kapolres Gresik AKBP Wahyu S.Bintoro, untuk menanyakan dugaan OTT.

“Komisi I sudah mengagendakan memanggilSekkab, Kepala BKD dan Kapolres,”ujar Ketua Komisi I DPRD Gresik Eddy Santoso di DPRD Gresik, Jumat (13/9/2018).

Dijelaskan Eddy, Sekkab dan Kepala BKD diundang untuk dimintai penjelasan soal adanya OTT tersebut dan tindakan yang akan dilakukan. Inspektorat merupakan organisasi perangkat daerah (OPD) yang paling krusial dalam penegakan hukum dan aturan di Pemkab Gresik.

“Terjadinya OTT di Inspektorat adalah pukulan telak. Sebab, Inspektorat bisa dibilang sentralnya penegakan hukum, penegakan aturan di lingkup Pemkab Gresik,” cetus Ketua DPC PD ini.

Fakta ini, tambah Eddy, berimbas penurunan kepercayaan Aparatur Sipil Negara(ASN) dan para OPD. Selaku OPD penegak aturan ternyata juga bermasalah. Sekkab diminta bersikap tegas menyikapi kasus ini.

“Jangan sampai dilakukan pembiaran. Sebab, ini bisa menurunkan kepercayaan masyarakat, terutama ASN terhadap pemerintah,”terang dia.

Sedangkan Kapolres diundang untuk memberi support dan minta penjelasan sejauhmana pengusutan kasus dugaan OTT tersebut hingga saat ini. “DPRD yang memiliki fungsi pengawasan punya wewenang untuk mendatangkan dan minta penjelasan instansi vertikal atas penanganan perkara di wilayah Kabupaten Gresik,” katanya.

Komisi I sangat mendukung langkah Polres Gresik untuk mengusut tuntas kasus dugaan OTT di Inspektorat yang hingga saat ini menjadi perhatian besar masyarakat kota santri dan wali.

” Kami serahkan dugaan OTT ke pihak berwajib untuk diusut tuntas. Pemberian uang Rp 149 juta dari Kepala Diskopsiapa yang perintah atau inisiatif sendiri. Biar semua penegak hukum yang ngurus. Kami tak akan intervensi,”tutupnya. (lan)