8 Desa di KLU Sudah Tak Aman Ditinggali

Suasana rapat koordinasi terkait kondisi wilayah yang harus direlokasi, Jumat (14/9/2018).

TANJUNG,KANALINDONESIA.COM: Puluhan dusun di Kabupaten  Lombok Utara(KLU) harus direlokasi. Hal tersebut karena dusun-dusun dinilai sudah tidak aman lagi ditempati. Itu mengingat daerah tersebut menjadi kawasan retakan tanah akibat gempa.

Konsultan tata ruang di Dinas PUPR Raden Tazani Prasetio mengungkapkan, relokasi tersebut berdasarkan data  yang dikumpulkan. Selain itu juga ada survei yang dilakukan tim agraria dan tata ruang ESDM.

“Karena memang di sana didapatkan retakan tanah yang berkorelasi dengan bangunan rumah,” jelasnya, Jumat (14/9/2018).

Fenomena tersebut dinilainya sangat berbahaya bagi masyarakat untuk membangun tempat tinggal. Sebab itu pihaknya melakukan estimasi relokasi.

“Karena memang patahan aktif di Lombok Utara kalau di daratnya tidak ada,” sambungnya.

Terkait patahan aktif, ESDM memang sudah melakukan riset. Pihaknya akan memberikan rilis resmi terkait patahan dan lainnya. Puluhan dusun tersebut ada di 8 desa. Yakni Desa Mumbul sari, Dangiang, Gumantar, Slengen, Sambik Bangkol, Sokong, Pemenang Barat, dan Pemenang Timur.

Dari 8 desa tersebut, satu desa dengan 10 dusun harus direlokasi total, yaitu Desa Dangiang, kecamatan Kayangan. Sebanyak 1.089 KK harus direlokasi seluruhnya. Sebab di desa tersebut diindikasi ada patahan yang masih aktif.

10 dusun di Desa Pemenang Barat juga termasuk rawan. Yakni Menggala Timur sebanyak 381 KK, Menggala Utara sebanyak 201 KK, Menggala Barat sebanyak 425 KK, Jeruk Manis sebanyak 137 KK, Karang Subangan sebanyak 221 KK, Karang Gelebek 270 KK, Karang Subangan Daya sebanyak 189 KK, Karang Pangsor sebanyak 349 KK, Karang Desa sebanyak 337 KK dan Dusun Mekar Sari sebanyak 109 KK.

Di Kecamatan Tanjung, hanya satu dusun yang direlokasi, yakni dusun Karang Taruna Desa Sokong. Untuk di Sokong, daerah rawan berada di depan BNI Karang Taruna. Dusun ini sebanyak 101 KK. Sedangkan di Kecamatan Gangga ada dusun Lokok Piko Desa Sambik Bangkol sebanyak 423 KK.

Di kecamatan Bayan tiga dusun Desa Mumbul sari harus direlokasi. Dusun tersebut adalah Kokok Reban sebanyak 575 KK, Bagek Nunggal sebanyak 191 KK, Penegadang Baru sebanyak 367 KK.

Warga Kecamatan Kayangan paling banyak direlokasi karena berada di jalur aktif gempa. Dusun Beraringan Desa Kayangan sebanyak 627 KK, Dusun Lebari Desa Gumantar sebanyak 68 KK, dan dua dusun di desa Slengen masing-masing 71 KK, yakni Dusun Lembah Berora dan Dusun Tampes.

“Daerah-daerah ini berada di jalur rawan gempa,” tandasnya. (Idam)