Kedatangan Jemaah Haji Trenggalek Disambut Haru

TRENGGALEK, KANALINDONESIA. COM: Sebanyak 56 Jemaah Haji asal Trenggalek yang tergabung dalam kloter 49, pulang ke kampung halaman dengan selamat, Jum’at (14/9/2018).

Jemaah Haji kloter ini tiba sekitar pukul 06.45 WIB di halaman Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek.
Kedatangan Jemaah Haji ini diterima oleh Asisten I Sekda Trenggalek, Drs. Sugeng Widodo yang mewakili Bupati Trenggalek Dr. H. Emil Elestianto Dardak, M.Sc, dikarenakan berhalangan hadir karena tugas yang tidak dapat ditinggalkan.

Tangis haru nampak terlihat ketika Jemaah Haji asal Trenggalek ini, bertemu dengan keluarga kembali di kampung halaman yang setia menunggu penjemputan sejak pagi.
Drs. Mustofa Alchamdani, M.Si, KTU Kemenag Trenggalek bersyukur pemulangan jema’ah Haji asal Trenggalek sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah, tidak ada keterlambatan,” tuturnya.

Ditambahkan oleh Mustofa, kloter 49 ini merupakan jemaah dari KBIH Mabaroq dan Hasan Munahir.

“Sedangkan nanti malam juga dijadwalkan pemulangan 501 jemaah Haji kloter 52, ke Trenggalek,” tuturnya.
Sedangkan Asisten I Sekda Trenggalek, Drs. Sugeng Widodo menambahkan patut disyukuri Jemaah Haji Kloter 49 ini semuanya bisa pulang dengan selamat.

“Dari keberangkatan pulang ke tanah air mulai dari bandara juanda hingga asrama haji terus ke kamung halaman berjalan sesuai waktu yang direncanakan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Asisten I ini menambahkan, dalam hal ini memang Pemerintah Kabupaten Trenggalek berupaya untuk memfasilitasi kedatangan Jemaah Haji ini dari tahun ke tahun untuk bisa kita tingkatkan fasilitasnya.

“Seperti halnya dua Bus yang mengangkut Jema’ah dan juga pengamanan pemulangannya dengan menggerakkan potensi yang ada mulai dari Pol PP hingga Kepolisian dan pihak-pihak terkait,”tegasnya.
Satu Jemaah Meninggal Dunia dan Satu Tertinggal.

Tercatat dalam ibadah haji di tahun 2018 ini, satu orang jemaah Haji asal Trenggalek meninggal, sementara satu jemaah tertinggal di Tanah Suci Mekkah dan dua jemaah pulang lebih awal.

Jemaah meninggal ini atas nama Sukinah (72) asal Krandegan Gandusari. Wanita paruh baya ini meninggal di Tanah Suci, dikarenakan sakit.

Sedangkan untuk Kadi (77), warga Munjungan harus tertinggal di Arab Saudi, dikarenakan masih mendapatkan perawatan medis atas penyakit yang diderita. Karena dirawat Kadi terpaksa tertinggal dan tidak bisa pulang bersama dengan rekan-rekan di kloter 52 yang dijadwalkan tiba di Kampung halaman pada Jum’at malam.

Untuk Suryanto (58) dan istrinya Endah Apiawati (54), warga Karangan Trenggalek harus pulang lebih awal karena Suryanto sakit dan dimungkinkan untuk pulang lebih awal.

Pasangan suami istri ini tidak pulang bersama Jemaah Kloter 52 asal Trenggalek melainkan pulang lebih awal bergabung dengan kloter 10 rombongan Jemaah Haji asal Sumenep dan Surabaya.
Keberadaan Jemaah Haji yang meninggal, tertinggal dan pulang lebih awal ini dibenarkan oleh Drs. Mustofa Alchamdani, M.Si, KTU Kemenag Trenggalek.

“Dari catatan yang ada, terdapat 1 Jemaah Haji asal Trenggalek yang meninggal, 1 Jama’ah Haji yang tertinggal karena masih dirawat dan 2 Jama’ah Haji yang pulang lebih awal,” pungkasnya.(ham)