Datangi Polres Blitar, Penyidik Kejari Ponorogo Periksa Tokoh Sentral Kasus Dana Bansos Jatim

Tony Hari Sulistyo saat diperiksa penyidik Kejari Ponorogo di Polres Blitar

KANALINDONESIA.COM : Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo mengirim tim penyidik yang terdiri dari 3 jaksa ke Polres Blitar guna melakukan pemeriksaan terhadap Toni Hari Sulistyo, warga Pasuruan tersangka kasus korupsi dana Bansos Pemprov tahun 2013 dengan nilai sebesar Rp 5 miliar, Jum’at(07/10/20160 kemarin.

Tony Hari Sulistyo adalah tokoh center dari kasus ini dan berhasil ditangkap oleh Unit 3 Satreskrim Polres Blitar (19/09/2016) lalu di sekitar rumahnya di Pasuruan setelah 3 tahun menjadi buron.

Dalam pemeriksaan selama hampir lima jam tersebut penyidik mengajukan sekitar 20 pertanyaan kepada tersangka.

“Jadi tersangka Tony ini merupakan kelanjutan dari kasus dana bansos Pemprov Jatim yang diterima Pokmas di Kabupaten Ponorogo tahun 2013 lalu,”ucap Bagus Priyo Ayudo, salah satu anggota tim penyidik Kejari Ponorogo yang turut memeriksa tersangka, Sabtu(08/10/2016).

Baca:  Partai Geridra Mulai Panasi Mesin Politik

Disebutkan Bagus, dalam pemeriksaan tersebut, tersangka Tony dalam memberikan keterangan lebih banyak mengelak atas keterangan para saksi.

“Keterangan dia banyak yang bertolak belakang dari saksi-saksi yang lain. Cuma memang tersangka kan punya hak ingkar dalam menjawab pertanyaan,”terang Bagus.

Sementara dalam kasus tersebut, 4 orang terpidana yaitu Agus Priyo Sayogo, Sukimin, Moezamil dan Suwito telah divonis oleh pengadilan Tipikor Surabaya. Tony ini memiliki peran sentral dalam kasus ini, sedangkan Moezamil dan Sukimin bertugas mencari Pokmas calon penerima bantuan di desa-desa yang ada di Ponorogo.

“Setelah terkumpul 33 pokmas, proposal, stempel dan lain-lain ya Tony ini yang berperan membuatkan dan menguruskan di biro Administrasi Pembangunan Pemprov jatim. Setelah dana cair untuk 33 Pokmas, sebesar Rp 2 miliar lebih dibawa si tersangka baik dari transferan maupun tunai. Jadi saat pencairan, Pokmas-Pokmas ini sudah diarahkan oleh Sukimin melalui Suwito untuk mentransferkan dananya ke rekening Tony,”urai Bagus.

Baca:  Fasilitas dan Tenaga Kesehatan Berbagai Daerah Sudah Disiapkan Menangani Pasien Covid-19

Dalam kasus ini, tersangka diduga telah menikmati uang negara sekitar Rp 2,3 miliar.

Seperti diketahui kasus Jasmas 2013 sebesar Rp 5 miliar ini, setelah memeriksa 33 Pokmas dengan 95 saksi sejak Oktober 2013 lalu, maka diperoleh kesimpulan kerugian negara sebesar Rp 2,7 miliar. Dari dana Rp 5 miliar itu sebesar Rp  2,075 miliar dikucurkan untuk Pokmas berupa pembangunan talud dan pengaspalan.(AD)