Ketua DPR Usulkan E-Budgeting Dalam Pembàhsan Anggaran

Ade Komarudin (istimewa)

KANALINDONESIA.COM : Ketua DPR RI Ade Komarudin (Akom) menjelaskan kunjungan kerjanya dari Australia dalam pertemuan MIKTA (Malaysia, Insonesia, Korea Selatan, Turki dan Australia) lima negara sama sama menjadi anggota G 20 menggelar pertemuan dengan topik Keterbukaan keamanan parlemen. Seperti yang ada di medos facebook twitter online majalah TV Parlemen dan lain lain meski belum dikellola secara optimal. Tapi sudah ada.

“Keterbukaan informasi publik banyak persamaan dan ada perbedaan. Di Australa dan Tasmania gedung rapat balkon paripurna dan lainnya ditutup dengan kaca sehingga semua jenis rapat apapun tetap berlangsung secra terbuka dan diketahui masyarakat luas,” tegas Akom ketika membuka acara press gathering ‘Melindungi Bali sebagai Desstinasi Pariwisata Berkearifan Lokal” di Bali, pada Sabtu (08/10/2016).

Baca:  Antisipasi Kerawanan, Gelar Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2016

Hadir antara lain Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Ketua Komisi VII DPR Fadel Muhamad, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra, Sekjen DPR RI Winantuningtyastiti, Kepala Dinas Pekerjaan Bali I Ketut Wija, jajaran BURT , Humas dan Kesekjenan DPR RI.

Keamanan dijamin agar dengan balkon kaca itu orang yang tidak suka atau protes tidak usah melempar botol atau protes dengan cara anarkis jadi semua keamanan tertib. Hanya saja Indonesia belum. Sebab yang namanya parlemen dimana-mana harus dikelola dengan baik dan aman dari gerakan anarkis dan terorisme.

“Jangan sampai DPR dibom sebab mengebom DPR maka negara akan mudah goyah,” ujar politisi Golkar itu.

Baca:  Polrestabes Semarang Akan Tindak Tegas Bagi Pelaku Kejahatan Saat Malam Pergantian Tahun

Turki termasuk negara yang sudah mereformasi parlemen modern agar demokrasi berjalan dengan baik.

Karena itu, Akom mendukung e-budgeting yang harus dimulai. DPR pun sudah bicara demgan MENPAN RI akan ada MoU dan kerjasama dengan DPR RI untuk tata kelola DPR yang tak saja kinerja untuk supporting system.

Karena itu gedung Nusantara I DPR yang semula untuk 800 oràng dalam perkembangannya kata Akom kini orang yang lalu lalang sudah mencapai 5000 orang.

“Jadi gedung itu tinggal tunggu waktu yang akan menjadi korban termasuk wartawan yang setiap hari meliput. Yaitu waktu ambruk,” ujarnya khawatir.

Sementara itu Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto menilai kerjasama dengan wartawan harus dutingkatkan demi peningkatan kinerja DPR RI.

Baca:  Warga Keluhkan Kartu JKN-KIS Bermasalah, Dinkes KLU Pastikan Normal di Februari Mendatang

“Jadi kerjasama dengan wartawan sangat penting dan harus terus ditingkatkan,” tambahnya.(ZAL)