Pilpres 2019, Ketua PBNU :Agama Jangan Sampai Dijual untuk Kepentingan 5 Tahun

ketua PBNU saat member sambutan dalam acara pelantikan ketua PW NU Jatim, di Denanyar Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Dalam pelantikan pengurus wilayah nahdlatul ulama masa khidmat 2018 – 2023, yang dilakukan di pondok pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar Jombang, Jawa Timur, dihadiri oleh ketua umum Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj.

Selain dihadiri oleh ketua umum PBNU, acara tersebut juga dihadiri para kiai dari pesantren se Jatim dan pengurus PCNU juga turut hadir menyaksikan.

Menanggapi tahun politik, Ketua Umum PBNU meminta pada umat muslim khusunya warga NU, agar tidak menghalalkan segala cara, termasuk menjual agama untuk kepentingan politik.

“Terserah hati nurani masing-masing, tapi jangan menggunakan agama, apalagi menjual agama hanya untuk kepentingan 5 tahun. Kalau mau menang silahkan, hak nya setiap orang mau jadi apa saja, tapi jangan menjual ayat allah dengan harga murah,” ujar Said Aqil Siradj, pada sejumlah jurnalis, Selasa (18/9/2018).

Masih menurut penjelasan Said, kejahatan menjual agama itu sangatlah tidak mulia, bahkan membunuh atas nama agama juga termasuk jahat dan tidak dibenarkan dalam ajaran agama apapun, apalagi islam.

“Jangan menggunakan agama, karena tidak ada kejahatan yang lebih jahat yang mentasnamakan islam, membakar rumah orang itu salah tapi membakar rumah orang atas nama agama jelas lebih salah,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai adanya calon wakil presiden dari warga NU, ketua PBNU dua kali periode ini mengatakan bahwa warga NU akan terpanggil, dengan sendirinya untuk menggunkan hak nya dalam pilpres nanti.

“Warga NU, sekarang jelas dong, ada calon yang dari NU. Walaupun NU bukan partai politik, tapi sudah barang pasti ada keterpanggilan,” tukas Said Aqil.

Pelantikan PW NU Jatim masa khidmat 2018/2013 akan dipimpin duet kepemimpinan KH Anwar Mansur sebagai Rais Syuriyah dan KH Marzuki Mustamar sebagai Ketua Tanfidziyah.
Sementara itu, KH Marzuki Mustamar mengatakan setelah pelantikan pihaknya akan segera memperbaiki internal organisasi NU di Jatim. T

“Menguatkan kepercayaan publik untuk membangun kemaslahatan umat, selain itu PWNU menargetkan pembangunan RSNU dan pendirian sekolah unggulan di setiap kabupaten kota di Jawa Timur,” pungkas Marzuki.(elo)