Klaim BPJS Jatuh Tempo, RSUD Jombang Kelimpungan

Direktur RSUD Jombang, Dr Pudji Umbaran

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Seperti diberitakan sejumlah media, BPJS saat ini tengah mengalami penunggakan pembayaran ke beberapa rumah sakit.
Seperti halnya yang dialami oleh sejumlah rumah sakit lainnya. Salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Jombang, yakni RSUD Jombang, Jawa Timur, juga mengalami keterlambatan pembayaran klaim.

“Sampai dengan sekarang, klaim ini tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Saat ini memang ada keterlambatan klaim dari pihak BPJS pada rumah sakit,” ujar Direktur RSUD Jombang, pada sejumlah jurnalis, Rabu (19/9/2018).

Bahkan, tunggakan pembayaran klaim BPJS ini, sudah jatuh tempo. Dengan adanya keterlambatan itu, pihak RSUD yang selama ini bergantung pada cas rasio, menuai dampak dari keterlambatan klaim tersebut.

“Kondisi cas itu sangat ditentukan dari pendapatan BPJS. Total pendapatan kita 80 persen itu berasal dari BPJS, dan saat ini memang ada keterlambatan yang signifikan buat kami, sehingga cas rasio kita sangat terganggu,” terang Pudji.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihak RSUD Jombang, berharap agar pihak BPJS bisa segera membayar keterlambatan. Sehingga pihak RSUD Jombang tidak kelimpungan dalam melakukan pelayanan kesehatan di masyarakat.

“Yang sudah jatuh tempo seharusnya bisa dibayarkan, sesuai dengan aturan yang ada. Agar kami itu tidak kelimpungan, karena yang namanya pelayanan kan gak mungkin di tunda,” papar Pudji.

Lanjut Pudji, dengan banyaknya pasien di IGD RSUD Jombang, tidak mungkin pihak RSUD tidak melayani, meski pihak BPJS belum melakukan pembayaran atas klaim.

“Kami dalam pelayanan ini komitmen bersama adalah wajib mengutamakan penyelamatan,” tegasnya.

Saat ditanya berapa jumlah klaim RSUD yang belum dibayar oleh pihak BPJS, hingga saat ini. Pudji Umbaran mengatakan sesuai dengan pengajuan klaim di bulan Juni saja, pengajuan klaim itu masih belum dibayar oleh BPJS.

“Klaim yang bulan Juni aja kita belum terbayar, padahal sudah jatuh tempo lebih dari batasnya. Kalau kita hitung kan kita sudah melayani mulai bulan Juli, Agustus, September pertengahan. Dan klaim kita rata-rata tiap bulannya 14 sampai 15 Milyard,” pungkas Pudji.

Sementara itu, pihak BPJS hingga berita ini diunggah belum memberikan keterangan resmi. Sedangkan saat dikonfirmasi mengenai adanya keterlambatan klaim tersebut, pada acara audensi Jakeswatch, RSUD, DPRD, dan perwakilan BPJS, di RSUD kemarin, pihak BPJS enggan memberikan komentar.(elo)