Prakiraan Musim Hujan 2018/2019, diprediksi dimulai Bulan September

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM
Berdasarkan Buku Prakiraan Musim Hujan 2018/2019 Untuk Wilayah Jawa Timur, disampaikan bahwa musim hujan tahun ini dperkirakan akan dimulai pada bulan September 2018. Selanjutnya, kondisi musim hujan di Wilayah itu diprediksi akan merata pada bulan November 2018.

Supervisor BPBD Kabupaten Pamekasan, Budi Cahyono, Menjelaskan, bahwa informasi yang bersumber dari BMKG itu menerangkan bahwa Pergeseran musim hujan itu terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa fenomena Alam yang terjadi ditahun 2018 ini.

“Prediksi perubahan iklim, dari Musim Kemarau berubah ke Musim Hujan ini bersumber dari BMKG yang dirilis oleh Humas BMKG Jawa Timur diteruskan ke BPBD Pamekasan,” kata Budi Cahyono, Supervisor BPBD Pamekasan ke Group WhatApp Info Peduli Pamekasan, rabu (19/09).

Adapun fenomena yang mempengaruhi perubahan musim itu, adalah sebagai berikut: 1. El Nino dan La Nina El Nino di Indonesia, sangat tergantung dengan kondisi perairan wilayah Indonesia. Fenomena El Nino yang berpengaruh di wilayah Indonesia dengan diikuti berkurangnya curah hujan secara drastis, baru akan terjadi bila kondisi suhu perairan Indonesia cukup dingin.

La Nina secara umum menyebabkan curah hujan di Indonesia meningkat bila dibarengi dengan menghangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia.

2. Dipole Mode, Merupakan fenomena interaksi laut – atmosfer di Samudera
Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan nilai (selisih) antara anomali suhu muka laut perairan pantai timur Afrika dengan perairan di sebelah barat Sumatera.

3. Sirkulasi Monsun Asia – Australia
Sirkulasi angin di Indonesia ditentukan oleh pola perbedaan tekanan udara di Australia dan Asia. Pola tekanan udara ini mengikuti pola peredaran matahari dalam setahun yang mengakibatkan sirkulasi angin di Indonesia umumnya adalah pola monsun, yaitu sirkulasi angin yang mengalami perubahan arah setiap setengah tahun sekali.

4. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone/ITCZ), merupakan daerah tekanan rendah yang memanjang dari barat ke timur dengan posisi selalu berubah mengikuti pergerakan posisi matahari ke arah utara dan selatan khatulistiwa.

5. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Perairan Indonesia Merupakam 0Kondisi suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia dapat digunakan sebagai salah satu indikator banyak sedikitnya kandungan uap air di atmosfer, dan erat kaitannya dengan proses pembentukan awan di atas wilayah Indonesia.

Dari ulasan di atas, analisa BMKG dapat menunjukan kapan dan bagaimana sifat hujan yang akan terjadi pada tahun 2018/2019. Dari analisa tersebut, dapat disimpulkan bahwa sifat hujan selama musim hujan 2018/2019 diprakirakan umumnya NORMAL.

Selain itu, jumlah curah hujan selama musim hujan berkisar antara 1001 – 1500 mm. Hanya sebagian kecil Zona Musim (ZOM) mengalami curah hujan antara 2001-2500mm.(Nang/Ifa)