Kabupaten Kendal Buka 365 Formasi CASN

Jumpa pers dengan Bupati Kendal Mirna Annisa di Operation Room Sekda Kendal(foto:Eko_kanalindonesia.com)

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Bupati Kendal Mirna Annisa sangat menjamin tidak ada bakal jual beli formasi Calon Aparatur Sipil Negara. Perekrutan CASN tersebut semuanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan dengan sistem online.

‘’Jika ada oknum yang menyatakan bisa membantu lolos menjadi ASN, jangan percaya dan segera laporkan ke saya. Apalagi yang membawa nama saya atau mengaku orang suruhan saya,’’ tandas Bupati Mirna Annisa kepada wartawan di Operation Room, Setda Kendal, Rabu (19/9).

Mirna mengatakan, bahwa tes perekrutan CASN dilakukan oleh Pemerintah Pusat dengan sistem Computer Assisted Test, sehingga tidak mungkin terjadi manipulasi atau permainan data.

‘’Pemkab Kendal hanya menyiapkan sarana dan prasarana kebutuhan tes saja,’’ katanya.

Kendal mempunyai formasi yang dibutuhkan sebanyak 365 dari honorer K2 sebanyak tujuh formasi yakni enam guru dan satu tenaga kesehatan dan umum sebanyak 358 yang terdiri atas 211 guru, 72 tenaga kesehatan, dan 75 tenaga teknis.

‘’Pemerintah juga menyiapkan empat formasi khusus untuk disabilitas dan delapan formasi khusus untuk lulusan terbaik,’’ jelasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kendal, Agus Dwi Lestari, pengumuman formasi CASN dilakukan mulai 19 September 2018. Sementara pendaftaran menurut rencana mulai dibuka 26 September 2018. Pendaftaran bisa dilakukan di portal milik pemerintah yakni http:/sscn.bkn.go.id.

‘’Pendaftaran harus dilakukan secara online melalui website tersebut dan diverifikasi oleh BKPP, sehingga tidak ada lagi pelamar yang datang dan menyerahkan berkas-berkas,’’ jelasnya.

Dikatakan, tahap seleksi terdiri atas seleksi administrasi. Mereka yang dinyatakan lolos, bisa mengikuti seleksi kompetensi dasar dan tahapan berikutnya yakni seleksi kompetensi bidang.

Jumlah peserta seleksi minimal tiga kali dari jumlah formasi yang dipilih, tetapi mereka yang masuk kualifikasi. Penghitungan nilai tes merupakan wewenang panitia seleksi nasional.

‘’Kami juga membuka media centre bagi calon pelamar untuk berkonsultasi dan memberikan informasi dan pengaduan,’’ kata dia.

Sementara Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kendal, Ferinando Rad Bonay, berpesan, bahwa masyarakat jangan mudah percaya dengan iming-iming oleh oknum yang menjanjikan bisa membantu menjadi ASN dengan sejumlah uang sebagai bentuk imbalan.

‘’Kami menghimbau agar warga tidak mudah tergiur dengan iming-iming yang menyegarkan. Karena tes dilakukan secara online dan seleksinya pun langsung pusat,’’ jelasnya. (Eko)