Warga Dusun Pawang Karya Akhirnya Bisa Nikmati Air

Alumni SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta bersama Mualaf Center Indonesia (MCI) dan TNI-POLRI juga masyarakat dusun pawang karya lakukan peresmian pipanisasi air, di dusun Pawang Karya, desa Senaru, kecamatan Bayan, Rabu (19/9/2018).( foto : Idam_kanalindonesia.com)

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Sejak gempa 6,4 SR 29 Juli lalu, Dusun Pawang Karya Desa Senaru Kecamatan Bayan kesusahan mendapatkan akses air. Hal ini yang mendorong Keluarga Alumni SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta bersama Mualaf Center Indonesia (MCI) melakukan program fasilitas pipanisasi di dusun tersebut.

Koordinator Keluarga Alumni SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta dr Akhada Maulana menuturkan, pihaknya mendapatkan informasi dari salah satu relawan asal Yogyakarta di Desa Senaru. Berdasarkan informasi, Dusun Pawang Karya mengalami kesulitan akses air. Masyarakat harus mengambil air dari desa tetangga, yakni Desa Sukadana.

“Dan juga biasanya meraka dapat bantuan dari TNI dan polri, bahkan mereka harus membeli dari luar,” ujarnya, usai peresmian program tersebut, Rabu (19/9/2018).

Pihaknya kemudian melakukan komunikasi dengan warga untuk melakukan pipanisasi. Awalnya sempat terkendala dana. Namun kemudian dilanjutkan ke alumni SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta yang ada di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah mereka merespon dan melakukan sumbangan,” sambungnya.

Selain di Desa Senaru, Keluarga Alumni SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta juga menyalurkan pipa ke beberapa desa lainnya. Pihaknya juga siap memberikan bantuan jika ada permintaan dari relawan lainnya.

Keluarga Alumni SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta memiliki binaan di Kota Mataram. Tak hanya bantuan pipanisasi, desa binaan tersebut akan didampingi hingga mandiri.

“Kami akan tetap ada disini sampai pulih, tidak ada batas waktu untuk itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kadus Pawang Karya Sapoan mengatakan, sudah kekurangan air sejak gempa pertama di Lombok hingga saat ini. Dirinya berterimakasih dengan bantuan yang sudah diberikan Keluarga Alumni SMAN 3 Padmanaba.

“Dan kami mengucapkan banyak banyak terimakasih kepada relawan ini. Terutama yang sudah mengembangkan kita ini yaitu SMAN 3 Padmanaba Yogyakarta,” katanya.

Adanya pipanisasi tersebut bisa membantu memenuhi kebutuhan sebanyak 209 KK dengan jumlah penduduk 706 jiwa. Pembagiannya untuk tiga RT. Masing-masing di RT itu memiliki bak permanen.

“Dan kemarin itu kita buat 4 bak jadi induknya, dan 3 bak primer,” Imbuhnya.

Terpisah, Kordinator Posko MCI Wahyu mengatakan, program pipanisasi menjadi prioritas untuk dibantu di lokasi pawang karya karena melihat kebutuhan masyarakat akan air. Dimana semenjak gempa bumi melanda warga setempat mengalami kesulitan mengakses air bersih, karena saluran pipanisasi hancur akibat gempa.

Untuk dapat mengaliri air bersih ke warga banyak kendala yang dialami. Pihaknya sudah berpindah-pindah untuk mencari sumber air yang tepat. Bahkan hingga ke sumber yang ketiga tersebut dinilai yang tepat untuk menyambung pipanisasi.

“MCI kerja dengan sistem rolling dalam tiga minggu sekali dengan jumlah satu tim 15 orang,” pungkasnya.(Idam)