Tunggakan Pembayaran BPJS Terhadap RSUD Jombang, Belum Jelas Pembayarannya

Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Jombang ( foto: Elok_kanalindonesia.com)

JOMBANG :Keterlambatan klaim pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, masih belum jelas ujung pangkalnya.

Menurut penjelasan Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Jombang, Rizky Camellia Bibi, klaim pembayaran BPJS Kesehatan untuk RSUD Jombang sudah memasuki proses verifikasi berkas sejak bulan Juni, namun apakah tagihan pembayaran yang sudah jatuh tempo tersebut sudah dibayar apa belum, pihaknya mengaku tidak tahu.

“Mekanismenya itu kita verifikasi 10 hari, dan dihari ke 15 pasca seluruh berkas disampaikan dengan lengkap kepada kami. Prose situ otomatis sudah masuk ke bagian keuangan. Dan kepastian kapan dibayarnya itu sudah ada, sesuai berita acara yang diterbitkan,” ungkap Rizky saat ditemui sejumlah jurnalis, di kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Jombang, Ruko Cempakamas, Jl Soekarno-Hatta, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Kamis (20/9/2018).

Sedangkan saat ditanya mengenai waktu pencairan BPJS Kesehatan terhadap RSUD Jombang, yang mengalami keterlambatan di bulan Juni, Rizky tidak bisa menjawab, dengan dalih bukan wewenangnya.

“Setelah kita verifikasi dan lalu kita serahkan di kantor Cabang di Mojokerto. Terkait kapan pembayaran, tentunya yang lebih tau ada di bagian keuangan di kantor Cabang (red : Mojokerto). Seluruhnya kewenangan kantor Cabang,” lanjut Rizky.

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Jombang itu menyebutkan, di setiap bulannya, pihak BPJS Kesehatan melayani 12 ribu rawat jalan dan 2 ribu rawat inap pasien RSUD Jombang, yang setiap bulannya dilakukan verifikasi. “Kalau diklaim saat ini dikisaran Rp 15 miliar kalau tidak salah,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang mengeluhkan adanya tunggakan pembayaran dari BPJS Kesehatan yang mencapai puluhan miliar.

Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengungkapkan bahwa klaim BPJS Kesehatan mengalami keterlambatan sejak bulan Juni lalu. “Saat ini klaim untuk BPJS Kesehatan bulan Juni belum terbayarkan, dan sudah jatuh tempo,” kata dr Pudji saat diwawancarai di RSUD Jombang, Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu (19/9).

Tidak tanggung-tanggung, keterlambatan pembayaran oleh BPJS Kesehatan itu, disebutkan dr Pudji hingga mencapai puluhan miliar pada setiap bulannya. “Klaim yang bulan Juni saja belum terbayarkan. Kita kan sudah melayani Juli, Agustus dan pertengahan September ini. Rata-rata klaim kita sekutar Rp 14 hingga Rp 15 miliar setiap bulannya,” pungkas Pudji.(elo)