Rumah Infaq Bangunkan Musholla Pertama  di Dusun Dasan Baro

TANJUNG,KANALINDONESIA.COM: Direktur Utama Yayasan Rumah Infaq, Ustadz Yusman Dawolo serahkan bantuan 100 musholla semi darurat untuk  korban gempa Lombok.

“Baik itu di Lombok Utara, Lombok Barat, dan Lombok Timur,” ungkapnya, Jumat (21/9/2018).

Yusman menjelaskan, Pembangunan musholla pertama sudah dilakukan di  Dusun Dasan Baro, Desa Teniga, Kecamatan Tanjung. Diakuinya bangunan musholla di dusun Dasan Baro suda luluh lantak akibat gempa. Masyarakatnya selama ini beribadah di lokasi seadanya. Maka itu, diharapkan dengan keberadaan musolla baru ini, bisa membuat warga beribadah kembali sebagaimana sediakalanya.

“Musholla semi darurat ini bisa menampung 60 jamaah karena berukuran 7×8 meter. Apalagi di sini ada sekitar 115 jiwa dan anak-anak sangat antusias melafalkan Alquran,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pembangunan musholla ini menghabiskan anggaran senilai Rp 22 juta, dengan konstruksinya berupa baja ringan dan seng aluminium.

Pihaknya menegaskan, pembangunan musholla akan dikebut sehingga Rumah Infaq dapat melanjutkan pembangunan di wilayah lain. Pasalnya, dari tiga kecamatan yang akan disasar saat ini baru terdapat 8  musolla ajuan yang akan digarap.

“Yang masuk daftar baru 8 musala. Kami harap masyarakat yang tidak memiliki musala dapat menghubungi relawan kami, dari sana nanti kita akan bangunkan,” jelasnya.

Yusman Memaparkan, untuk pengajuan membangun musholla harus memiliki beberapa kriteria. Masyarakat yang ingin dibangunkan musholla setidaknya harus memiliki tanah wakaf juga jamaah di musholla dan masyarakatnya yang siap gotong royong. Hal ini untuk mengantisipasi supaya usai dibangun musolla tidak menjadi mubazir.

“Tim akan melakukan survey, setelah musholla insya Allah kami akan bangunkan masjid-masjid permanen di Lombok. Karena kita lihat banyak masjid juga yang roboh,”tandasnya.

Terpisah, Kepala Ponpes Al Jabbal Dusun Dasan Baro Fadli Halil mengatakan, musholla di dusunnya memang sudah hancur pascagempa terjadi. Padahal musholla tersebut juga digunakan sebagai tempat belajar para hafiz dan Hafizah.

Fadli mengungkapkan, pihaknya sempat kesulitan mencari bantuan agar anak-anak didik untuk belajar mengaji.  Ia menilai anak didik tersebut sudah terlalu lama libur mengaji.

“Dan kami sangat berterimakasih atas bantuan ini,” pungkasnya. (Idam)