Ratusan Pemuda Trenggalek Ikut Bela Negara

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Pariyo,  membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan (Diklat) bela Negara tahun 2018 di Makodim 0806 Trenggalek, Kamis (20/9/2018). 100 orang dari berbagai elemen masyarakat baik ormas, mahasiswa, pelajar maupun elemen masyarakat lainnya menjadi peserta pendidikan dan pelatihan bela negara ini.

Selama tiga hari, peserta Pendidikan dan pelatihan ini akan digembleng dengan wawasan bela negara oleh para instruktur dan pelatih.

Hadir dalam pembukaan pendikan dan pelatihan ini, Forkopimda Trenggalek, Muspika dan segenap tamu undangan lainnya.

Mengawali sambutannya Pj. Sekda Pariyo  ini menyampaikan bela negara merupakan sebuah konsep yang disusun sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Dasar 1945.

“Baik secara individu, kelompok mampun komponen bangsa, wajib untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia,” ungkapnya.

Pentingnya upaya bela negara menurut sekda ini perlunya difasilitasi oleh Pemerintah karena bela negara merupakan kehormatan bagi setiap warga negara.

“Kecintaan NKRI bagian dari tugas pemkab dalam menjaganya,” tuturnya.

Ditambahkan oleh pria yang juga menjabat sebagai Kepala BKD ini, kesadaran bela negara ini penting untuk ditanamkan sebagai sikap dan perilaku bangsa Indonesia sebagai daya tangkal  bangsa dalam menghadapi kompleksitas dinamika ancaman ketahanan Nasional.

“Tanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda di elemen manapun,” tandsnya.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Samsul Anam, SH, MM, M.Hum, menyambut positif kegiatan pendidikan dan pelatihan bela negara ini.

“Mudah-mudahan dengan bela negara kita ciptakan generasi yang mampu membentengi tanh air,” tegasnya.

Diharapkan oleh ketua DPRD Trenggalek kegiatan seperti ini bisa kontinyu dilanjutkan di tahun tahun berikutnya, dengan komponen yang lebih lengkap dan lebih luas lagi pasalnya untuk mempersiapkan generasi muda menjadi generasi yang tangguh diperlukan waktu, tidak bisa instan, tutur Samsul Anam kepada Humas Pemkab Trenggalek.

“Perlu adanya diklat, pelatihan, rangsangan maupun stimulus dari berbagai aspek untuk bisa mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh,” pungkasnya. (ham)

Area lampiran