RSUD dr Soewondo Klaim Dua Bulan BPJS Belum Terbayarkan

RSUD dr Soewondo Kendal, Pelayanan BPJS

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Sejak bulan Mei – Juni tahun 2018 pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soewondo Kendal yang mengeklaim kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) belum dibayarkan, Selain itu sejak tahun 2017 pembayaran klaim untuk obat kronis juga belum terbayar.

Sementara dalam verifikasi kepada BPJS, pihak Rumah Sakit menyatakan bahwa tidak perubahan dalam proses verifikasi. Humas RSUD Dr.Soewondo Kendal Wibowo mengatakan masalah klaim kepada BPJS yang belum dibayar dari bulan Mei – Juni mencapai 13 M, sementara klaim obat kronis terkendala adanya sistem yang menyebebkan belum terbayar sejak Agustus 2017.

“Kami sudah mengajukan klaim selama 2 bulan, yakni Mei dan Juni dengan rincian bulan Mei 7,4 dan Juni 5,6 Milyar yang belum terbayar. Untuk obat kronis kita juga belum terbayarkan sejak Agustus 2017 dikarenakan kendala sistem” ungkap M Wibowo Humas RSUD Kendal, Selasa (25/9/2018).

Wibowo menjelaskan terkait obat kronis yang belum terbayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah sejak bulan Agustus 2017 dengan rincian per bulan mencapai 200 Juta. Walaupun dengan adanya kendala klaim dengan pihak BPJS, pihak Rumah Sakit tetap berupaya menjaga pelayanan prima terhadap pasien BPJS.

“Obat kronis belum dibayar sejak Agustus 2017 dengan rincian perbulan 200 juta atau jika ditotal sampai sekarang mencapai 2,4 Milyar untuk obat kronis. Kita dari pihak RSUD tetap menjaga mutu pelayanan, hal ini juga menjadi permasalahan Nasional yang memang sedang terjadi” jelasnya.

Lanjutnya, Saat ini pihak RSUD sedang melakukan verifikasi internal selama bulan Juli hingga September untuk pengajuan klaim kepada BPJS. Dengan hutang BPJS yang terus menumpuk dikhawatirkan dapat mempengaruhui kinerja pelayanan di RSUD dr. Soewondo Kendal.

“Saat ini memang sudah menjadi permasalahan Nasional diharapkan terdapat solusi terbaik untuk BPJS kedepannya,”harapnya.

Saat dikonfirmasi lewat telepon seluler pihak BPJS meminta di konfirmasi lewat surat resmi. (Eko)