Sambut Tahun Baru Hijriah, Doa Bersama Lintas Agama Tampak di Desa Mojowarno

pengajian dan kebaktian yang diselenggarakan di kantor Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  :Suasana kerukunan antar umat beragama tampak kental dalam sebuah acara sedekah Desa. Pasalnya, dalam acara peringatan tahun baru muharam yang biasa dirayakan oleh umat muslim. Tampak juga pemeluk agama lain, yang berpartisipasi, memperingati tahun baru tersebut.

Dari pantauan dilokasi, suasana toleransi antar umat beragama ini tampak dalam acara menyambut tahun baru muharam 1440 hijriah, di Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Jombang Jawa Timur.

Menurut penjelasan Kepala Desa setempat, kegiatan bersih Desa ini diawali dengan pembacaan Qotmil Qur’an, serta dilanjutkan dengan kegiatan kebaktian dari GKJW Mojowarno, yang dipimpin oleh pendeta Wimbo Sancoko, selaku pemuka agama di salah satu gereja tertua di Mojowarno.

Kemudian kegiatan bersih Desa itu, dilanjutkan dengan Istighosah dan doa bersama, dan selanjutnya diakhiri dengan pengajian umum, bersama KH. Agus Zaki Hadziq, dan AKBP Fadli Widiyanto, Sik, SH, MH.

“Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun pada peringatan bulan suro atau muharam, kalau yang akrab disini ya istilahnya bersih Desa suroan, dan untuk tanggal kita ini menyesuaikan,” ujar Catur Budi Setyo, pada sejumlah jurnalis, Selasa (25/9/2018).

Pada tahun sebelumnya, lanjut Catur, peringatan bersih Desa ini, biasa menampilkan seluruh serba-serbi kesenian, maupun budaya yang ada di Desa Mojowarno, dalam festival seni.

“Karena tahun ini, situasi kondisinya sedikit berbeda jadi kita belum bisa mengadakan festival seni, seperti patrol, seni kuda lumping teater, dan lain-lainnya seperti tahun lalu. Jadi ya kita adakan doa bersama dan pengajian umum,” terangnya.

Saat ditanya mengenai apakah tujuan diadakan bersih Desa dengan menggunakan rangkaian kegiatan doa bersama, dan dilanjutkan kebaktian, serta ditutup dengan pengajian itu, pria yang akrab disapa Mbah Catur itu menuturkan, bahwa Desa Mojowarno mempunyai 6.400 penduduk, dan pemeluk agama di Desanya beragam.

“Ada 10% warga kita yang beragama Nasrani. Jadi kita ini memperkuat silaturakhim antar umat beragama, dengan melibatkan seluruh masyarakat dalam proses kegiatan bersih Desa in, karena hidup itu juga harus ‘urip, urap’ urup’, ya intinya biar guyub rukun warganya,” tukas Catur.

Perlu diketahui, bahwa di Desa Mojowarno, selain ada gereja tertua yang dibangun pada tahun 1880, juga terdapat bangunan Masjid yang dibangun oleh KH Hasyim Asyari. Bahkan KH. Hasyim Asyari juga mewakofkan tanah seluas 1 Hektar di Mojowarno.(elo)