Bupati Kendal Bantah Tuduhan Diperiksa Kejati, Begini Alasannya

KENDAL – KANALINDONESIA.COM
Bupati Kendal, Mirna Annisa membantah jika dirinya tengah menjalani pemeriksaan di penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Diakuinya, pihaknya yang datang ke Kejati Jateng hanya diminta untuk berkoordinasi dengan Bagian Pidana Khusus terkait kasus korupsi Pengadaan Majalah Dinding (Mading) Elektronik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal 2016.
 
“Saya bertemu dengan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng lalu kita diskusi untuk kemajuan kendal yang akan datang. Sudah gitu aja, tidak lebih dan tidak kurang,” tuturnya (27/9).
 
Dijelaskannya, pihaknya hanya menanggapi dari beberapa pemberitaan yang seakan memojokkan dirinya terlibat dalam kasus korupsi mading terebut.
“Saya tegaskan tidak ada penyidikan apa-apa kami hanya ngobrol-ngobrol saja. Kami hanya ngobrol sekitar dua jam. Setelah itu saya pulang pulang,” ungkapnya.
 
Mirna menambahkan, secara prinsip, pihak Pemerintah mendukung upaya penindakan dan penegakan hukum terhadap pembrantasan korupsi di Kendal.
 
“Kami hanya ingin membangun Kendal dengan serius. Agar masyarakat bisa betul-betul menikmati pembangunan yang telah dikerjakan. Jangan sampai nantinya anggaran yang sudah dikeluarkan begitu banyaknya menjadi sia-sia. Setiap tahun Pemerintah membangun tapi tidak adanya hasilnya pembangunan,” katanya.
 
Dirinya berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran semua OPD yang ada di Kendal stop bermain-main dengan proyek.
“Saya meminta kepada masyarakat Kendal khususnya agar ikut bersama-sama melakukan pengawasan, agar pembangunan di Kendal dapat terlaksana dengan baik,” tambahnya. (Eko)