Emil Pastikan Kedudukan GTT Dan PTT Di Trenggalek Tidak Tergeser

Bupati Trenggalek saat melakukan mediasi dengan perwakilan dari forum GTT dan PTT

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Bupati Trenggalek H. Emil Elestianto Dardak pastikan kedudukan GTT dan PTT tidak akan tergeser maupun tergantung dengan Calon Pegawai Negeri Sipil yang baru. Menanggapi adanya aksi damai ribuan GTT dan PTT tingkat Sekolah Dasar yang mendatangi kantornya, Bupati Trenggalek menilai ada 2 isu terkait beberapa aspirasi yang disampaikan. Kedua isu tersebut yakni, isu yang sifatnya nasional (yang memiliki kewenangan pusat) serta isu lokal.

Dikatakan Emil Dardak, isu nasional yang dimaksud yakni terkait rekruitmen CPNS yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Salah satu aturan yang menjadi ketakutan para GTT ini adalah pembatasan usia yang menutup kemungkinan kedudukannya akan tergeser oleh CPNS baru.

“Kebetulan kita lihat bahwa Pemerintah sedang berikhtiar untuk memberikan solusi yang baik yakni dengan menerapkan sistem Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang mana saat ini masih dirumuskan konteks Peraturan Presiden (Perpres)nya, ” tutur Emil, Kamis (27/09/2018).

Emil mengungkapkan bahwa saat ini dirinya bersama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) sudah berdialog dan menghasilkan kesepakatan yang pada intinya di bulan Oktober mendatang, pihaknya akan menjaring aspirasi seluruh Kepala Daerah (Bupati) se Indonesia. Untuk selanjutnya akan disiapkan dan disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

Sikap tersebut tentunya bersifat konstruktif dan bukan bersifat menyulitkan maupun menyudutkan. Dan tetap memberikan solusi dan harapan para guru tidak tetap, utamanya bagi honorer Kategori ke 2 (K2). Kategori ini adalah kelompok tenaga honorer honorer yang diangkat pada 1 Januari 2005, tetapi perbedaannya adalah bahwa mereka tidak menerima gaji dari anggaran atau APBN K1 kehormatan.

“Untuk kategori kedua tenaga honorer yang ingin menunjuk sebagai pelayan publik, mereka harus lulus tes atau pilihan pertama, ” imbuhnya.

Ditegaskan oleh Suami Arumi Bacshin ini bahwa aksi damai yang dilakukan oleh forum GTT dan PTT ini semata – mata untuk mempertahankan diri agar kedudukan mereka yang terdahulu tidak digantikan atau digelar oleh CPNS yang baru.

Perlu diketahui pula, bahwa di Kabupaten Trenggalek sendiri tercatat ada sekitar 1.000 guru yang sudah PNS/ASN sudah memasuki masa pensiun, sehingga untuk tenaga pendidik sendiri harus segera diisi.

“Saya akan menjamin untuk posisi GTT dan PTT yang ada di Kabupaten Trenggalek tidak akan tergeser atau digantikan. Dan kami juga sudah berkoordinasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Trenggalek untuk tidak menggeser para GTT dan PTT yang sudah ada, ” pungkas Emil. (mil/ham)