Sidang Henry Gunawan Ditunda Gara-gara Yusril Minta Hakim Mundur

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Sebelum sidang kasus tipu gelap yang menjerat Bos PT Gala Bumi (GBP) Henry Jocosity Gunawan dimulai, Yusril Ihza Mahendra selaku kuasa hukum terdakwa meminta tiga hakim mundur. Mereka adalah Anne Rusiana (Ketua), Pujo Saksono dan Dwi Purwadi (hakim anggota).

Permintaan Yusril itu disampaikan sesaat Hakim Anne membuka persidangan. Sontak, suasana menjadi tegang. Apalagi Yusril berdalih jika perkara pidana yang diperiksa Hakim Anne Rusiana tidak bisa dipisahkan dari perkara perdata yang sudah diputuskan majelis hakim yang diketuai hakim Anne tahun 2015 silam.

Debat kusir tak terelakkan antara Hakim Anne dengan Yusril. Kuasa hukum Henry Gunawan itu terkesan memvonis hakim memiliki kepentingan dengan perkara yang disidangkan.

Yusril bersikukuh hakim Anne punya penilaian yang berbeda dengan putusan Mahkamah Agung, sehingga jika hakim Anne tidak mundur atau diganti maka perselisihan itu harus diputuskan oleh ketua PN Surabaya.

Tidak hanya itu, Yusril bahkan mengancam tidak mau beracara kalau tidak ada pergantian hakim maupun surat jawaban dari Ketua PN Surabaya atas surat yang dilayangkannya.

Mendengar hal ini, para hakim balik melawan dan membantah tudingan Yusril. “Saya ini dipercayakan dan ditugaskan Ketua Pengadilan untuk mengadili perkara ini. Saya tidak berkepentingan dengan perkara ini baik langsung maupun tak langsung, jadi tidak ada alasan saya untuk mengundurkan diri, karena tidak ada hubungan keluarga atau apapun,” ucap Hakim Anne.

Tak hanya hakim Anne yang melawan pernyataan Yusril. Hakim Dwi Purwadi pun turut membantah dengan berkata jika Ketua PN telah membaca surat yang dilayangkan Yusril.

“Belum ada saran untuk mengundurkan diri karena memang tidak ada alasan seperti yang Anda sampaikan,” kata Hakim Dwi pada Yusril.

Sidang yang sedianya mendengarkan keterangan saksi Direktur PT Graha Nandi Samporna (GNS), Drs Ir Irianto dan saksi Widjiono Nurhadi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (27/9), terpaksa harus tertunda hingga Senin depan sambil menunggu keputusan dari Ketua PN Surabaya, apakah akan mengganti majelis hakim atau tidak.

Terpisah, Ketua PN Surabaya, Sudjatmiko membenarkan adanya surat yang dilayangkan Yusril terkait pergantian hakim.

“Kami akan jawab suratnya,” terang Sudjatmiko saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Sudjatmiko menegaskan jika pihaknya belum mengeluarkan surat jawaban atas surat Yusril, maka persidangan ini tetap dilanjutkan oleh majelis hakim yang telah ditunjukknya.

“Jika memang belum ada jawaban, keputusan untuk melanjutkan sidang ada pada hakim yang sudah kami tunjuk,” sambungnya.

Kasus penipuan dan penggelapan dengan terdakwa Henry Gunawan ini dilaporkan oleh tiga pengusaha asal Surabaya, yakni Shindo Sumidomo alias Heng Hok Soei alias Asoei, Teguh Kinarto dan Widji Nurhadi.

Tiga pengusaha itu disebut sebagai korban terdakwa Henry dalam pembangunan Pasar Turi pasca terbakar. Saat itu terdakwa Henry meminta sokongan dana pada korban melalui PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) milik ketiganya.

Saat meminta sokongan dana untuk pembangunan Pasar Turi Baru, Henry mengklaim sebagai pemenang tender dari Pemkot Surabaya dan pemilik PT Gala Bumi Perkasa, serta menjanjikan keuntungan dan memberikan saham pada para korban dengan nilai pengembalian sebesar Rp 240.975.000.000 dari modal yang diberikan para korban sebesar Rp 68 miliar.

Pada saat di depan notaris Atika Ashiblie SH 6 juli 2010, Henry mengaku yang sebagai pemegang saham PT GBP, menegaskan akan memberikan saham PT GBP kepada PT GNS. Serta pada tanggal 13 September 2013 dalam sebuah notulen kesepakatan, Henry berjanji akan menyelesaikan seluruh kewajibannya ke PT GNS sebesar Rp 240,875 miliar dan akan memberikan gudang sebanyak 57 unit dengan harga Rp 2,1 miliar per unit. Sehingga harga total 119,970 miliar dan 787,5 juta berupa bilyet giro dan uang sebesar 120,487 miliar dalam bentuk bilyet giro.

Kenyataannya Henry Gunawan bukanlah pemegang saham PT GBP. Dan, saham yang dijanjikan tidak pernah ada. Selain itu PT GNS tidak pernah dimasukkan sebagai pemegang saham di PT GBP. Sementara gudang yang  dijanjikan sampai saat ini tidak pernah dibangun dan lokasinya pun tidak jelas.ria