KH.M Tohir Prihatin Belakangan Banyak Kampanye Saling Fitnah

KH. Mohammad Tohir Andullah Pengasuh Pondok Pesantren Raudlotul Quran di Mangkang Semarang

KENDAL – KANALINDONESIA.COM

Jelang pilihan Capres dan Cawapres 2019 marak dengan kampanye saling fitnah dari masing-masing pendukung Calon dan Wakil Presiden. Tentunya dengan begitu membuat masyarakat menjadi kebingungan dan pastinya menambah ketidak pahaman di masyarakat.

Hal tersebut dikatakan KH. Mohammad Tohir Abdullah pengasuh Pondok Pesantren Raudlotul Quran Mangkang Semarang, Minggu (30/9).

KH.Muhammad Tohir mengatakan, dirinya merasa sangat dikawatirkan hal semacam itu akan berdampak saling benci baik pribadi maupun golongan.

“Kenapa setiap Calon tidak menggunakan kampanye yang muaranya positif, seperti program kerja, visi dan missi dari masing-masing calon. Justru itu yang sangat dibutuhkan masyarakat agar tau mana yang akan dipilih masyarakat,”Ungkap KH. M Tohir kepada wartawan.

Jadi Silahkan masing-masing Calon berkreasi dalam kampanye yang positif dan tidak saling mengusik kejelakan pasangan Calon lainnya,” Kalau kampanye yang disampaikan negatifnya bagaimana masyarakat akan memilih,”katanya.

Lanjutnya, Saat ini di Pesantren masih Raudlotul Quran masih tergolong stabil. Karena pihaknya mengajarkan para santri agar menjunjung tinggi jiwa independen. Sementara para santri juga dilarang membawa hp agar tidak mudah terprovokasi dunia luar dan tetap menjaga pikiran yang positif,”Anak- anak kami diajarkan untuk berpikir positif, jika ada berita yang masuk, kami saring dan cek kembali kebenaranya,”tuturnya.

Sementara itu salah satu alumni Ponpes Raoudlotul Quran Nur Kamid mengaku prihatin dengan berita hoax yang beredar saat ini,”Setiap ada Pemilukada dapat dipastikan akan muncul berita hoax yang beredar apalagi pada pemilu tahun depan bersamaan pileg, pilpres dan DPD. Untuk itu masyarakat harus benar-benar pintar dalam menanggapi berita yang beredar,”ujar Nur Khamid.(eko)