Bingung Soal Jadub,Najmul Layangkan Surat ke Kemensos

Bingung Soal Jadub,Najmul Layangkan Surat ke Kemensos

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Bupati Kabupaten Lombok Utara, Najmul Akhyar, bingung akan kepastian dana jaminan hidup (jadup) yang dijanjikan kemetrian Sosial, untuk korban terdampak gempa. Hal inilah yang membuat dirinya belum berani memutuskan  untuk disampaikan kemasyarakat.

“Makanya Saya mengusulkan, karena kemarin itu masih rancu, apakah hanya kepada yang rusak berat saja atau bagaimana,” ungkapnya, Rabu (3/10/2018).

Najmul menjelaskan, seandainya sudah ada kepastian kementerian sosial kapan dana jadup tersebut direalisasikan. Baru kemudian hal ini bisa disampaikan ke masyarakat secara regulasi dan normatif.

Namun, persoalannya dana jadup ini  baru bisa direalisasikan setelah masa transisi selesai, dan itulah normatifnya.

“Karena jadup itukan, ada atau tidak adanyakan diluar kewenangan kita untuk menentukan itu,” katanya.

Namun, dirinya berharapan  dengan membawa harapan masyarakatnya juga menyampaikan, supaya dana jadup tersebut jangan sampai tidak ada. Sebab itu dirinya akan bersurat kepusat untuk menanyakan kepastian jadup tersebut.

Dalam suratnya, dirinya ingin memastikan, bahwa penerima jadup tersebut  tidak hanya masyarakat yang bangunannya rusak berat saja. Namun yang rusak sedang juga ringan harus mendapatkan itu.

“Makanya Saya coba ususlkan untuk jatah yang rusak berat selama tiga bulan itu, bisa dikasih ke yang rusak sedang dan ringan juga, dengan masing-masing mendapatkan jatah satu sebulan, agar mereka  mendapat sama rata,” jelasnya.

Lanjutnya, tidak hanya itu dirinya juga menanyakan kepastian kapan waktu jadup tersebut keluar. Supaya apa yang akan disamapiakan ke masyarakat itu sama seperti yang disamapiakan pemerintah pusat.

Sebab itu, menjadi khawatirannya saat ini, ketika soal jadub tersebut sudah terlanjur disampaikan kemasyarakat, bahwa jadup tersebut ada. Namun kepastian di pemerintah pusatnya tidak ada. Inikan bisa menjadi persolan baru.

“Karena itu saya dengan semangat yang sama seperti masyarakat untuk mempertanyakan ke pusat persoalan itu,” pungkasnya. (Idam)