Kapolres Pacitan Serap Aspirasi Masyarakat Dengan Menggelar Cangkrukan Bareng Di Desa Wisata Watukarung

PACITAN,  KANALINDONESIA. COM: Jelang pelaksanaan pesta demokrasi Pilkades serentak tahun 2018 dan pemilu tahun 2019, Kapolres Pacitan AKBP Setyo K Heriyatno menggelar Cangkrukan di Desa wisata Watukarung bersama jajaran Polsek, Forkopimcam, calon kepala Desa serta ratusan warga Desa Watukarung, Kamis (4/10/2018).

Tujuan Cangkrukan ini untuk menciptakan situasi kamtibmas pilkades 2018 serta Pemilu 2019 dapat berjalan kondusip sehingga pesta demokrasi bisa berjalan dengan aman,tertib ,damai dan sejuk dan berjalan normal tidak terganggu dengan pelaksanaan pesta demokrasi.

Ditengah acara cangkrukan itu, juga digelar serap aspirasi masyarakat dengan berbagai komplek permasalahan yang ada di Desa Watukarung.

Dalam sambutannya, AKBP Setyo K Heriyatno Kapolres Pacitan melalui AKP Sudjamin Kabaghumas Polres pacitan menyampaikan kepada awak media ” informasi kamtibmas yang berkaitan dengan Tambang rakyat agar berjalan sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku, dengan mendorong kepada pemerintah daerah dalam hal ini Bupati untuk mengeluarkan rekomendasi guna persyaratan pengurusan ijin tambang,” kata Sudjamin.

Tak hanya itu saja, terkait adanya isyu Polres melaksanakan swiping ,Rasia Ranmor dari rumah ke rumah ,dalam hal ini Kapolres menjelaskan ” bahwa itu tidak benar ” setiap adanya upaya hukum dari Kepolisian selalu dilengkapi dengan surat perintah dan jika tidak ada itu adalah pelanggaran hukum.

” Selama dalam proses sewa beli belum selesai tidak dibenarkan menjual atau memindah tangan karena merupakan tidakan pidana ,Depcolektor tidak dibenarkan bertindak diluar hukum karena permasalahannya merupakan perdata,” jelas Sudjamin.

Masih menurut Sudjamin, ditengah acara cangkrukan Kapolres juga berpesan ” jika adanya tindakan oknum wartawan nakal yang menakut nakuti warga agar melapor apalagi dilakukan wartawan abal abal. Selain itu, jika ada salah dari pihak wartawan dalam penulisan berita ada kesalahan, masyarakat tidak dibenarkan main hakim sendiri karena Wartawan mempunyai hak jawab melalui pembenahan dalam penulisan ” jika main hakim, berupa tindakan kekerasan maka kepada wartawan dapat dipidana karena melakukan tindak pidana penganiayaan,” itu pesannya.

Selain itu , Kapolres juga berharap kepada masyarakat diminta bijak dalam menggunakan alat komunikasi berupa Hp ,jangan membuat dan menyebar berita Hoax karena bisa dipidana 6 tahun dan 10 tahun berdasarkan Undang undang ITE ,karena dengan berita Hoax maka akan bisa memecah belah semangat persatuan dan kesatuan ,dan memberi contoh Negara sekuat Syria bisa hancur karena berita HOAXS, ” itu pesan Kapolres yang disampaikan kepada awak media.

Sudjamin menambahkan, satu hal lagi yang perlu diketahui, dalam acara cangkrukan Kapolres juga meluruskan informasi tidak diterbitkannya ijin pertunjukan konser dangdut Nela Kharisma pada minggu lalu ” bahwa pihak Polres tidak menghalangi adanya pertunjukan dangdut, akan tetapi karena memang prosedur nya yang tidak dicukupi oleh pihak pemohon,” kilas Sudjamin.

Ia menambahkan, diakhir sambutannya Kapolres Juga berpesan jika dalam pelaksanaan pilkades jangan sampai melakukan fitnah ,terkesan menyalahkan tetapi agar memperhatikan program programnya dari para calon,” pungkas Sudjamin.(Bc)