Ketua Dewan Trenggalek ingin Jemaah Jaga Kesucian Haji

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sepulang menjalankan rukun islam kelima, Jemaah Haji Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tahun 2018 menggelar tasyakuran Haji, Kamis (4/10/2018). Tasyakuran Haji ini sebagai bentuk rasa syukur para jemaah haji yang pulang selamat dengan kemabruran dan kalangan dewan juga mewanti-wanti agar jemaah yang telah menyandang predikat haji agar mampu menjadi panutan di lingkungan tempat tinggalnya.

Tercatat dalam ibadah haji di tahun 2018 ini, ada 557 jemaah Haji asal Trenggalek yang terbagi ke dalam dua kloter, kloter 49 sebanyak 56 jemaah dan kloter 52 sebanyak 501 jemaah.

Sementara satu jemaah Haji asal Trenggalek meninggal atas nama Sukinah (72) asal Krandegan Gandusari. Wanita paruh baya ini meninggal di Tanah Suci, dikarenakan sakit.

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, yang berhalangan hadir, menyampaikan doanya agar kemabruran yang diraih oleh jemaah haji Trenggalek dapat langgeng kedepannya.

“Predikat haji mabrur menjadi dambaan setiap jemaah haji namun predikat mabrur ini merupakan menjadi rahasia Allah,” tuturnya.

Dikatakannya, sulitnya mendapatkan kemabruran ternyata lebih sulit untuk mempertahankan dan memelihara kemabruran haji itu sendiri.

“Tentunya mempertahankan dan menjaga kesucian usai beribadah jauh lebih sulit daripada bisa melaksanakannya,”terangnya.

Politisi asal PKB ini menghimbau kepada jemaah haji untuk bergabung dalam IPHI (Ikatan Persatuan Haji Indonesia) untuk menjaga kehajian para jemaah.

“Salah satu cara dengan seringnya pertemuan dan berorganisasi dengan IPHI setempat,” tandasnya.

Tasyakuran haji yang digelar di Masjid Agung Baiturrahman Trenggalek ini dihadiri oleh Forkopimda Trenggalek dan segenap tamu undangan lainnya.(ham)