Vonis Henry Gunawan Simbol Harumnya Keadilan Bagi Korban

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Puluhan pedagang Pasar Turi menggelar demo di depan halaman Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/10/2018).

Mereka memberi apresiasi setinggi-tingginya terhadap hakim PN yang telah memvonis Henry Jocosity Gunawan 2,6 tahun penjara atas kasus penipuan pedagang Pasar Turi.

Keberanian hakim PN memvonis Henry Gunawan merupakan simbol harumnya keadilan bagi korban penipuan yang mengaku sudah menderita selama 12 tahun akibat ulah Henry.

“Ini bentuk apresiasi kami kepada hakim karena telah memvonis Henry bersalah menipu kami, terima kasih pak hakim,” kata Suchaemi saat berorasi di depan halaman PN Surabaya.

Langsung banding Henry Gunawan atas vonis tersebut tidak gentar pedagang. Bahkan mereka berjanji akan mengawal kasus penipuan lainnya yang dilakukan bos PT Gala Bumi Perkasa (GBP), termasuk kasus penipuan para kongsi pembangunan Pasar Turi.

“Meski kami tidak ada hubungan apapun pada kasus itu, tapi kami tetap akan mengawalnya hingga adanya kepastian hukum atas nasib yang dialami para kongsi yang sudah ditipu Henry,” lanjut Suchaemi.

Di tempat yang sama, Humas PN Surabaya Sigit Sutriono menyampaikan akan menggali fakta-fakta pidana terdakwa Henry Gunawan lainnya yang masih disidangkan.

“Putusan hakim kemarin adalah fakta perkara saudara. Dan saya juga akan menyampaikan ke hakim pemeriksa kasus pidana terdakwa Henry yang lain agar lebih menggali fakta-fakta demi keadilan,” kata Sigit di tengah-tengah pengunjuk rasa.

Sebelumnya pada putusan hakim, Henry dinyatakan bersalah merugikan 12 pedagang sebesar Rp 524 juta  atas pungutan biaya sertifikat strata title dan BPHTB yang tidak pernah direalisasikan Henry. Hakim PN Surabaya menjatuhkan vonis 2,6 tahun penjara terhadap Henry Gunawan.

Sementara itu saat aksi digelar, kasus lain yang menjerat Henry Gunawan sedang disidangkan. Yakni kasus penipuan kongsi pembangunan Pasar Turi. Agenda sidang membacakan keterangan saksi pemegang saham PT Graha Nandi Sampoerna (GNS), Shindo Sumidomo alias Asoei.

Sekedar diketahui, selain kasus penipuan Henry Gunawan terhadap 12 pedagang Pasar Turi, dia juga dijerat kasus penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh tiga pengusaha asal Surabaya, yakni Shindo Sumidomo alias Heng Hok Soei alias Asoei, Teguh Kinarto dan Widji Nurhadi.

Tiga pengusaha itu disebut sebagai korban terdakwa Henry dalam pembangunan Pasar Turi pasca terbakar. Saat itu terdakwa Henry meminta sokongan dana pada korban melalui PT GNS milik ketiganya.

Saat meminta sokongan dana untuk pembangunan Pasar Turi Baru, Henry mengklaim sebagai pemenang tender dari Pemkot Surabaya dan pemilik PT Gala Bumi Perkasa (GBP), serta menjanjikan keuntungan dan memberikan saham pada para korban dengan nilai pengembalian sebesar Rp 240.975.000.000 dari modal yang diberikan para korban sebesar Rp 68 miliar.

Pada saat di depan notaris Atika Ashiblie SH 6 juli 2010, Henry mengaku yang sebagai pemegang saham PT GBP, menegaskan akan memberikan saham PT GBP kepada PT GNS. Serta pada tanggal 13 September 2013 dalam sebuah notulen kesepakatan, Henry berjanji akan menyelesaikan seluruh kewajibannya ke PT GNS sebesar Rp 240,875 miliar dan akan memberikan gudang sebanyak 57 unit dengan harga Rp 2,1 miliar per unit. Sehingga harga total 119,970 miliar dan 787,5 juta berupa bilyet giro dan uang sebesar 120,487 miliar dalam bentuk bilyet giro.

Kenyataannya Henry Gunawan bukanlah pemegang saham PT GBP. Dan, saham yang dijanjikan tidak pernah ada. Selain itu PT GNS tidak pernah dimasukkan sebagai pemegang saham di PT GBP. Sementara gudang yang  dijanjikan sampai saat ini tidak pernah dibangun dan lokasinya pun tidak jelas.ria