Pensiunan TNI-Polri Di Lamongan Dilepas dengan Upacara Pedang Pora dan Pawai Becak

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM
Sebanyak 55 anggota TNI-Polri yang bertugas baik di jajaran Polres Lamongan maupun Kodim 0812 memasuki masa purna tugas atau pensiun. Berbeda dengan biasanya, mereka mendapat penghormatan lebih sebelum kembali ke masyarakat. Jika sebelumnya yang memasuki masa pensiun biasanya hanya mendapat surat pensiun saja, mereka harus mengambil surat purna tugas di Bagian Sumber Daya Manusia (Bag Sumda). Tetapi yang dilakukan di Mapolres Lamongan kali ini berbeda.

Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P. Hutagalung, S.I.K, MH mengaku bahwa penghormatan kepada pensiunan secara bersama baik anggota pensiunan dari TNI-Polri ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan Polres Lamongan.

“Mungkin acara ini baru pertama dilaksanakan dan semoga menjadi agenda rutin sebagai bentuk penghargaan kepada anggota yang memasuki masa purna bhakti baik TNI maupun Polri sekaligus menunjukkan sinergitas yang baik,” kata Feby usai acara upacara pelepasan purna bhakti TNI-Polri dihalaman Mapolres Lamongan, Senin (08/10/2018).

Sementara itu, Dandim 0812 Lamongan Letkol (Arh) Sukma Yuda Wibawa menambahkan sekaligus berpesan kepada seluruh anggota yang menjalani purna bhakti untuk tetap menjadi suri tauladan bagi masyarakat sekitar serta tetap menjadi mitra yang baik sebagai kepanjangan tangan TNI-Polri untuk bersama-sama tetap menjaga suasana kondusif yang selama ini terjalin.

“Meskipun sudah tidak lagi menjadi anggota TNI-Polri yang aktif, kami berharap mereka bisa kembali ke masyarakat dengan menjadi suri tauladan yang baik” tutur Dandim 0812

Sebelum menjadi warga sipil, pensiunan ini diberikan penghormatan dengan menjalani upacara wisuda purna tugas, suatu upacara yang tak pernah digelar untuk pensiunan sebelumnya. Satu demi satu nama pensiunan ini dibacakan sesuai dengan identitas dan tempat terakhir mereka bertugas.

Penghormatan selanjutnya adalah para pensiunan ini dilepas dengan upacara pedang pora, suatu upacara atau tradisi di kepolisian yang biasanya hanya digelar untuk para pejabat kepolisian. Kapolres beserta Dandim secara langsung mengantar mereka ke pintu gerbang.

Di pintu gerbang, sudah menunggu becak hias yang akan mengantar mereka menuju kembali ke masyarakat sipil. Kapolres beserta Dandim menyempatkan diri mengayuh becak yang membawa mereka. Becak adalah simbol bahwa mereka siap kembali ke masyarakat sipil.

“Kami baru sekali ini melakukannya dan semoga menjadi agenda rutin untuk masa akan datang,” pungkas Kapolres Lamongan AKBP Feby D.P. Hutagalung, S.I.K, MH