Mogok Mengajar Berakhir, Keceriaan Siswa pun Mencair

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Guru honorer di Lamongan yang sebelumnya tidak masuk sekolah karena tuntutannya tidak digubris oleh Pemkab Lamongan, akhirnya memilih masuk untuk mengajar kembali.

Keputusan ini diambil setelah perwakilan mereka bertemu di Kantor DPRD Lamongan kemarin (8/10/2018). Gaji guru honorer dijanjikan dinaikkan dan diberi Surat Keputusan (SK) dari Pemkab Lamongan. Dengan catatan, tidak bertentangan dengan regulasi.

“Aksi mogok sudah berakhir, mulai besok (hari ini, red) guru honorer harus kembali mengajar di sekolah,” kata ketua Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) Lamongan, Syukron Ma’mun.

Sesuai hasil pertemuan yang difasilitasi DPRD dengan menghadirkan beberapa kepala OPD di lingkungan Pemkab Lamongan itu, tuntutan SK guru honorer dari Bupati Lamongan akan tetap diperjuangkan.

Selama tidak ada aturan yang dilanggar, maka akan segera diberikan SK kepada para guru tersebut. Jika regulasinya tidak memperbolehkan seorang kepala daerah memberikan SK kepada guru honorer, maka akan diberi SK dari kepala dinas pendidikan.

Gejolak di lingkup pendidikan ini diharapkan ke depan tidak terjadi lagi. Sebab dampak dari aksi tersebut sangat mengganggu proses belajar mengajar.

Sementara itu, Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Lamongan mengklaim pencairan tunjangan honorer nonkategori masih menunggu Surat Perintah Membayar (SPM) instansi terkait.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Adi Suwito menuturkan, dana tunjangan dipastikan cair minggu ini. Pihaknya sudah merekap jumlah honorer yang masih aktif. Surat Perintah Membayar (SPM) menunggu laporan dari masing-masing UPT apakah ada perubahan data atau tidak.

Hasil pantauan Kanalindonesia.com di salah satu sekolah nampak sudah terlihat guru honorer sudah melaksanakan kewajibannya mengadakan pembelajaran pada hari ini.

Jurnalis : omdik/ferry/bisri
Editor : Arso