Debit Air PDAM di KLU Tinggal 30 Persen

Dirut PDAM KLU Raden Waliadin saat ditemui di kantornya, Selasa (9/10/2018)

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Pascagempa yang melanda Kabupaten Lombok Utara (KLU) berpengaruh pada debit air PDAM. Hal tersebut juga didukung musim kemarau yang tengah melanda KLU. Debit air PDAM berkurang menjadi 30 liter per detik dari sebelumnya 140 liter per detik.

“Drastis penurunannya saat ini,” ungkap Dirut PDAM KLU Raden Waliadin saat ditemui di kantornya, Selasa (9/10/2018).

Ia menuturkan, gempa menyebabkan banyak bronkep yang bocor. Sebab itu pihaknya harus melakukan perbaikan terlebih dahulu. Sementara untuk perbaikan pipa ukuran 8 dan 12 inci sudah selesai semua.

“Tinggal perbaikan yang di jalur-jalurnya itu, dan akan segera selesai,” sambungnya.

Ia melanjutkan, terkait pengurangan debit air pernah ada kajian ilmiah yang memperkirakan PDAM akan mengalami kerugian hingga 2025 mendatang. Saat ini saja penurunan debit air terbilang cukup drastis. Yakni menjadi 30 liter per detik dari 140 liter per detik.

“Kalau sebelumnya jika debit turun kita maksimalkan dengan menggunakan mesin pompa. Nah sekarang pompa itu rusak semua,” imbuhnya.

Permasalahan debit air juga tidak jauh dari persoalan alam. Kayu yang ditebang oleh beberapa masyarakat menyebabkan debit airnya mengurang. Sebab itu pihaknya tengah melakukan penanaman kembali pohon-pohon tersebut.

“Makanya sekarang kita akan lakukan itu biar debit airnya tetap ada,” ujarnya.

Pengurangan debit air diperkirakan mencapai 70 persen. Meski begitu Raden mengaku akan mengupayakan penambahan debit air dan tahun ini sudah berjalan. Sistem penambahan debit tersebut ada di dua kecamatan, yakni di Tanjung dan Gangga.

“Dan dua sistem itu bisa mengaliri ke Kecamatan Gangga, Tanjung dan Pemenang,” pungkasnya.

Ia menambahkan, permasalahannya bukan hanya ini saja. Stok diakuinya masih ada walaupun pascagempa. Sementara di Kecamatan Bayan mengalami longsor akibat gempa dan mengalami rusak total. Di Bayan terdapat tiga mata air yang menjadi sumber PDAM.

Kerusakan mata air di Kecamatan Bayan sudah mulai diperbaiki. Sementara itu pihaknya akan melakukan penampungan terlebih dahulu di tempat tempat penampungan.

“Tapi sekarang semua sudah berangsur angsur membaik dan pipa pipa distribusinya semuanya masih jalan sekarang,” tutupnya. (Idam)