Bakar Sampah Ditinggal Sholat Shubuh, Rumah Warga di Lamongan Terbakar

LAMONGAN, KANALINDONESI. COM; Bagi masyarakat yang memiliki kebiasaan membakar sampah, wajib berhati-hati. Kalau tidak, memicu kebakaran yang lumayan besar. Seperti yang terjadi di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Lamongan, Rabu (10/10/2018).

Kali ini rumah Yuliana (43) warga RT 3/RW 2 Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, bagian belakang ludes terbakar, pada Rabu pagi sekira pukul 04.00 WIB akibat kelalainnya saat membakar sampah dan ditinggal pergi sholat jama’ah di masjid desa setempat yang tidak jauh dari rumahnya.

Menurut saksi, Hendro (32) keponakan korban, kebakaran bersumber dari sisa pembakaran sampah di belakang rumah.

Sampah itu dibakar oleh korban, Yuliana. Usai tumpukan sampah habis terbakar, Yuliana meninggalkannya begitu saja dan menyangka api sudah padam.

“Ditinggal ke masjid begitu saja setelah korban membakar sampah,” ungkap Hendro.

Yang tak diduga Yuliana, masih ada bara api yang tertiup angin dan mengenai dinding rumah bagian belakang rumah yang terbuat dari bambu. Antara tempat pembakaran sampah dan rumah sangatlah dekat, jaraknya hanya sekitar 1 meter.

Bara api kecil pun dengan cepat menjadi besar dan membakar rumah bagian belakang yang masih terbuat dari kayu dan bambu tersebut.

Beruntung warga sigap, dalam ketenangan suasana pagi hari tersebut mereka bahu membahu memadamkan api agar tidak menjalar ke bangunan lainnya.
Sehingga bagian depan bangunan rumah dinding yang terbuat dari batu bata bisa diselamatkan.

Petugas PMK datang ke lokasi kejadian berselang 45 menit setelah api mampu dijinakkan oleh warga dengan alat seadanya.Petugas PMK yang tiba di lokasi tinggal melakukan pembasahan hingga diyakini tidak ada lagi api sekecil apapun.

Untungnya kejadian ini tidak ada korban jiwa.

“Akibat kejadian ini korban menderita kerugian mencapai sekitar Rp. 150 juta,” kata Kepala Desa Pengangsalan, Budi Nyoto.

Jurnalis: omdik/ferry/bisri
Editor : Arso