Guru MTs Mengaku Nekat Mencuri Karena Dendam Laptopnya Hilang

Pelaku digelandang di Mapolres Ponorogo (foto : kanalindonesia.com)

KANALINDONESIA.COM : Pengakuan dari MAS( 22) mahasiswa yang juga menjadi tenaga pengajar di salah satu Madrasah Tsanawiyah swasta di Ponorogo yang merupakan pelaku pencurian di 9 Tempat Kejadian Perkara(TKP) cukup mengejutkan.

Tersangka nekat melakukan pencurian mengaku karena faktor dendam. Hal tersebut diungkapkan tersangka saat pers rilis ungkap kejahatan oleh Kapolres Pononorogo AKP Harun Yuni Aprin, di Mapolres Ponorogo, Rabu(12/10/2016).

Pelaku mengaku pernah dibelikan laptop oleh orang tuannya dengan cara kredit, namun belum selesai membayara angsuran, laptop tersebut hilang dicuri oleh temannya sendiri. Mengaku merasa tidak enak dengan orang tuannya, MAS akhirnya mencuri laptop orang lain untuk mengganti laptopnya yang hilang tersebut.

Baca:  Lestarikan Reog, Ponorogo Gebyak Reog Serentak Seluruh Desa

Namun, paska pencurian pertama perilaku MAS semakin menyimpang, dengan kembali melakukan aksi pencurian dibeberapa tempat dengan sasaran berbagai jenis barang.

Disela rilis tersebut, tersangka yang merupakan warga Desa Pijeran, Kecamatan Siman mengaku jika dirinya merasa khilaf atas perbuatannya dan akan mempertanggungjawabkan.

Ia membantah jika barang-barang hasil curiannya tersebut digunakan untuk hura-hura.

“Saya khilaf, barang itu sebagian sudah saya jual dan hasilnya saya pergunakan untuk kebutuhan kuliah dan kebutuhan sehari-hari,”ucap MAS.

Sementara itu Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin menjelaskan aksi pencurian yang dilakukan oleh MAS dari pengakuan awal adalah 9 TKP, namun yang bisa di cros cek dengan barang bukti adalah 2 TKP.

TKP pertama di warung kopi Hokya-Hokya Jalan Semeru, Kelurahan Banyudono, dengan kerugian sekitar Rp 20 juta dan TKP ke dua di toko Sahabat Colection di Jalan Bathorokatong, Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan.

Baca:  Peduli Alam, Ikasmaza Ponorogo Akan Gelar Penghijauan di Ngrayun

“Untuk TKP lain saat ini masih dalam proses pengembangan,”ucap Kapolres Ponorogo AKBP Harun Yuni Aprin.

Atas perbuatannya tersebut tersangka kini mendekam di tahanan Polres Ponorogo dan dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman lebih dari 7 tahun penjara.(AD)