Kasus Khotib Melakukan Ujaran Kebencian Saat Khutbah Jumat di Lamongan Berakhir Damai

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Khotib ustadz MN akhirnya meminta maaf atas ujaran kebencian yang disampaikan saat khutbah Jum’at kemarin (12/10) di masjid Al Awwabin Wisata Bahari Lamongan (WBL). Permintaan tersebut disampaikan setelah kasusnya dilaporkan Banser dan GP Ansor Lamongan ke Polres Lamongan.

Permintaan maaf disampikan dihadapan FKU Lamongan, Muspika Kecamatan Paciran, MUI, Tokoh NU dan muhammadiyah serta Gerakan Pemuda Ansor dan Banser yang hadir di Pendopo kecamatan Paciran saat pertemuan mediasi yang difasilitasi Muspika kecamatan Paciran Sabtu (13/10/2018).

“Saya mengakui bahwa ucapan saya itu adalah kurang benar dan perlu dibenarkan, untuk itu semua kesalahan dan khilaf kami, saya  mohon maaf yang sebesar-besarnya buat seluruh umat Islam yang menerima atau mendengarkan tausiyah pada hari jum’at itu. Saya mohon maaf dan tidak akan mengulangi kesalahan itu,” Kata ustadz MN

Tak hanya itu, ustadz MN juga menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh umat Islam serta memohon dengan ikhlas untuk bisa memaafkan kesalahan saat Khutbah kemarin.

“Mohon maaf yang sebesar-besarnya, jangan sampai ini nanti membebankan kami, apabila kami di Panggil oleh Allah SWT, untuk itu mohon maaf bapak sekalian atas kesalahan kami yang itu semua tidak saya sengaja, jadi saya ulangi sekali lagi, kami tidak akan mengulangi lagi,” ungkapnya.

Dalam pertemuan mediasi tersebut KH. Hakam Mubarok selaku tokoh Muhammadiyah yang hadir berpesan untuk umat Islam selalu bersatu hidup rukun.

“Janganlah berpisah-pisah dan mengingatlah kepada Allah SWT. Alhamdulillah di Indonesia umat islam bersatu, umat islam bisa bersatu untuk kepentingan bersama termasuk NKRI ini adalah jasa umat islam dari orang-orang Muhammadiyah dan NU,” Tutur

  1. Hakam Mubarok.

Sementara itu K.H. Salim Azhar selaku ketua MUI kecamatan Paciran dalam sambutannya mengatakan hendaknya seluruh umat Islam menyadari akan arti penting toleransi khususnya sesama umat Islam.

“Pertemuan ini menuju kepada innamal mu’minuna ikhwatun, orang-orang mu’min hanyalah saudara-saudara muslim bukan musuh, perbaikilah antara saudara-saudara kamu, hormatilah yang satu dengan yang lain sehingga akan mendapatkan uswah perdamaian dari Allah SWT,” Tutur K.H. Salim Azhar

Di akhir pertemuan mediasi tersebut, seluruh peserta yang hadir saling bersalam-salaman dan saling rangkul sebagai bukti penyelesain kasus ujaran kebencian dapat berjalan dengan damai, kemudian dilanjutkan penandatanganan surat pernyataan bermaterai oleh Ustadz MN dan di ikuti oleh saksi baik dari muspika, FKU Lamongan, tokoh NU, Muhammadiyah, Ansor Banser dan PC Pemuda Muhammadiyah.

Jurnalis : Omdik / Ferry / Bisri

Editor.    : Arso