Dewan Trenggalek Pesan Khusus dengan Pengurus PC ISNU Terlantik

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Kabupaten Trenggalek, menegaskan, tugas sarjana NU adalah menjadi kekuatan al ahdzu biljadidil ashlah atau membaharuai atau menemukan hal baru yang lebih baik.

“Disamping itu, ISNU harus membuat sinergi antar badan otonom sehingga menjadi kekuatan NU yang utuh dan kompak dan menumbuhkan daya enterprenership,” ucapnya saat menghadiri pelantikan PC ISNU Trenggalek di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Jum’at, (12/10/2018).

Ia menambahkan, komposisi kepengurusan berjumlah puluhan sarjana yang memiliki latar belakang beragam dari kalangan akedemisi, praktisi hukum, birokrat, politis, profesi dan petani.
“Mohon do’a restu supaya ISNU Trenggalek ini menjadi media organisasi yang bermanfaat dan barokah bagi organisasi maupun kader-kader NU ke depan,” harapnya.

Politisi asal PKB ini mengharapkan ISNU sebaga wadah cendekiawan dan ilmuwan harus mampu menjadi dapur pemikiran yang melahirkan gagasan brilian untuk pengembangan Nahdlatul Ulama.

“Kami berharap ISNU eksis membawa kemanfaatan masyarakat. ISNU harus bisa khoirun nas anfa’uhum linnas,” pesannya.
Samsul Anam menekankan dua hal penting kepada para intelektual muslim.

Pertama, menjaga keindonesiaan dengan terus menyebar nilai-nilai Islam yang toleran, penuh kasih, dan mengayomi.

“Dengan demikian, Indonesia khususnya Trenggalek yang selalu damai bisa terwujud. Antarpemeluk agama harus saling menghargai. Tidak bisa yang satu merasa benar sendiri. Harus saling menghargai, tidak boleh saling merendahkan,” tuturnya.

Tugas berat kedua, sambung Samsul, adalah mengembangkan ekonomi umat.

“Jadi tugas keindonesiaan dan mengembangkan ekonomi umat itu satu kesatuan. Tidak cukup menjaga keindonesiaan saja, tapi juga wajib membangun umatnya agar lebih maju, cerdas, inovatif, melek teknologi,” ujarnya.

Anas mencontohkan beberapa program pengembangan ekonomi rakyat di Trenggalek, seperti pengetatan izin ritel modern yang berpotensi menggerus pedagang kecil, pemberdayaan usaha kecil, dan pengembangan pertanian yang berpadu dengan pariwisata.

Aspek pendidikan dan kesehatan pun jadi pendukung kemajuan umat, antara lain melalui program beasiswa, layanan jemput bola warga sakit, hingga peningkatan kualitas Puskesmas dan rumah sakit.

“Dan di sisi lain, kita juga terus memupuk kerukunan antarumat beragama. Tokoh lintas agama rutin bertemu bangun dialog, dan kontinyu nya diskusi dengan stake holder termasuk kepolisian dan TNI,” pungkasnya.(ham)
Area lampiran