Awas !!!, Permen Jari Mengandung Narkoba Ditemukan di Kantin Sekolah MI

Caption foto : ilustrasi

Jajanan anak sekolah saat ini menjadi incaran peredaran narkoba, pasalnya di salah satu kantin MI Nurul Huda 2,  yang ada di Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto terdapat, permen jari yang diduga mengandung zat adiktif. Hal ini diungkapkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN), setelah pihak sekolah mendapatkan keluhan sejumlah wali murid bahwa ada dugaan adanya zat adiktif dalam permen jari tersebut.

Kepala MI Nurul Huda 2, Mishabul Umam menuturkan, tiga hari yang lalu ia menerima laporan tentang keluhan di grup Whatsapp (WA) wali murid.

“Tiga hari lalu ada informasi di grup WA dari wali murid kelas 1 dan 3. Katanya anaknya tidur terlalu lama, tidak tahu itu karena permen itu atau kecapekan,” ungkapnya.(13/10/2016)

Baca:  Kapolres AKBP Arief Fitrianto Pimpin Apel Pengamanan Malam Suran dan Wisuda Warga Baru PSHT

Masih menurut Mishabul, keluhan wali murid kemudian ditindaklanjuti pihak sekolah. Alhasil, sekolah menemukan permen yang dijual Rp1 ribu tersebut di kantin sekolah dan pedagang di luar sekolah. Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah langsung mengamankan satu dos dari pedagang di kantin sekolah dan satu dos di pedagang di luar sekolah.

“Kita mengamankan demi keamanan anak-anak karena ada keluhan dari wali murid di informasi WA. Kita juga langsung memberikan pembinaan ke penjual kantin agar tidak menjual hal yang mengandung narkoba dan menginformasikan ke anak-anak agar tidak membeli makanan atau minuman aneh-aneh atau berbahaya,” paparnya.

Pihak sekolah hanya bisa menghimbau serta berharap dari orang tua untuk selalu mengawasi, adanya perilaku aneh anaknya yang merupakan sebab dari mengkonsumsi permen tersebut. Pihaknya juga menghimbau agar para pedagang lebih hati-hati dalam menjual barang dagangannya, agar semua pihak tidak ada yang dirugikan.

Baca:  Memadu Kasih di Taman Alun- Alun Magetan, Dua Pelajar Diamankan

“Jika kantin sekolah yang berada di halaman sekolah masih dalam pengawasan dan pembinaan sekolah. Namun untuk pedagang yang di depan sekolah, di luar pengawasan dan pembinaan sekolah, kami hanya bisa melakukan himbauan saja untuk tetap waspada terhadap beredarnya barang haram tersebjut,” harapnya.(elo)