Pemerintah dan Pelaku Usaha Pariwisata Gelar Deklarasi “Lombok Bangkit” 

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat melakukan penandatangan deklarasi “Lombok Bangkit” di hotel Amasvati

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah bersama Bupati se-pulau Lombok, juga pengusaha yang bergerak dibidang pariwisata mendeklarasikan “Lombok Bangkit” di hotel Amasvati, yang letekanya di kawasan Malimbu, Desa Malaka, Pemenang, kabupaten Lombok Utara, Jumat (12/10/2018). Deklarasi ini bertujuan untuk membangkitkan pariwasata pasca bencana gempa menimpa pulau Lombok.

“Kemajuan pariwisata tidak di tentukan oleh siapa pemimpinnya”, ungkap Zulkieflimansyah.

Zul menjelaskan, dalam sambutannya mengatakan, bahwa  kemajuan pariwisata itu tidak ditentukan oleh siapa gubernur dan bupatinya. Melainkan bagaimana pelaku usaha dibidang pariwisata memebrikan rasa nyaman dan aman untuk para tamu yang datang.

Sebab itu, selama sebulan ini dirinya ingin memastikan semua kondisi pariwisata di Lombok aman. Hal ini supaya bisa menarik para investasi diberbagai dunia agar bisa masuk. Karena tidak mungkin terwujud pembanguna pariwisata jika tidak adanya para investor.

“Makanya kita memastikan kondisi semua aman-aman saja dan penuh kehangatan, agar investasi datang,” katanya.

Menurutnya, pasca bencana  banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangkitkan kembali pariwista. Hal ini tentunya membutuhkan para pelaku yang ingin berinvestasi dipariwisata. Sebab itu, Zul berharap pengusaha bisa beraktivitas seperti biasanya, supaya bisa mewujudkan suasana  aman dan tenang agar hal tersebut bisa terwujud.

Tidak hanya itu, Zul juga menyampaikan pesan untuk para pengusaha, baik itu yang bergerak dibidang perhotelan dan restoran maupun dibidang pariwisata lainya. Supaya memperhatikan masyarakat didaerah tempatnya berinvestasi. Sebab dengan begitu, akan sangat membantu mengurangi angka pengangguran.

“Karena Jangan sampai investasi berjalan, tetapi masyarakat sekitar dilupakan dan jadi penonton di daerah sendiri,”tegasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, dalam sambutannya memperkenalkan, bahwa Lombok sebagai daerah dengan segudang destinasi wisata, karena itu sudah saatnya bangkit lagi dari keterpurukan ini.

“Karena gempa ini saya jadikan sebagai pengalaman terbesar dalam hidup saya sebagai pemimpin,” ungkapnya.

Lanjutnya, datangnya bencana ini dijadikannya pembelajaran, sekaligus menyadarkan bahwa segala sesuatu yang baik harus melalui ujian. Bahkan ia mencontohkan, bahwa kejadian ini,  ibaratkan sebuah komputer yang sudah terkena banyak virus, maka harus di instal ulang agar bisa mulai normal kembali.

Menurutnya, saat ini Lombok sedang diuji Allah SWT, untuk mewujudkan mimpi besar  membangun pariwista. Sebab itu melalui kesempatan ini, ia berharap agar pemerintah dan palaku usaha bisa bekerja sama secara maksimal untuk kebangkitan pariwisata.

“Kami juga berharap agar para pengusaha pelaku wisata bisa bekerja semaksimal mungkin untuk membangkitkan kembali pariwisata kita ini,”harapnya.

Terpisah, Owner Amarsvati Malimbu, Agus Sugiono mengakui, karyawan yang dikerjakan di hotel Amasvati, hampir 90 persennya adalah warga Lombok Utara dan juga sebagiannya didatangkan dari Lombok Tengah dan Lombok Timur juga kota Mataram.

“Ada juga karyawan dari luar pulau lombok, dan mereka itu adalah orang-orang yang memiliki pengalaman khusus dibidangnya ,”pungkasnya.(Idam)