LEP Mulai Buka Lagi, Warga Lombok Diberi Harga Khusus

Dua orang wisatawan asal Austria tengah berinteraksi dengan gajah-gajah di Lombok Elephant Park (LEP), Senin (15/10/2018).

TANJUNG, KANALINDONESIA.COM: Owner Lombok Elephant Park (LEP), I Ketut Suadika akui, bahwa satwa yang dipeliharanya di Dusun Tembobor, Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung, ikut terdampak pasca gempa 7,0 SR mengguncang Lombok.

“Malam waktu diguncang gempa itu satwa kita khususnya burung lepas dari kandangnya,” ungkapnya, Senin (15/10/2018).

Ia menjelaskan, kondisi beberapa satwa yang dipeliharanya saat gempa itu sangat menghawatirkan. Khusunya burung, banyak yang lepas dan terbang keluar dari kawasan LEP. Namun beberapa hari mereka (burung) balik sendiri, bahkan ada yang dijemput dari pemukiman warga.

Berbeda halnya dengan gajah, mereka (gajah) hanya mengeluarkan gaungannya yang besar, juga orangutan saat itu hanya memeluk pohon di kandangnya, saat diguncang gempa. Karena itu adalah sifat alami semua hewan jika merasakan adanya bahaya.

“Memang semua hewan itu berbeda beda cara menyelamatkan diri jika merasakan adanya bahaya,” jelasnya.

Lanjutnya, mereka (hewan) sama halnya seperti manusia jika merasakan kaget. Namun hal itu cuman terjadi sebentar saja, setelah selesai pasti kembali normal lagi.

Ia juga mengaku, disaat gempa, seluruh karyawannya sibuk menyelamatkan diri, dengan berlari menuju lokasi yang tinggi karena dikabarkan ada tsunami. Namun dirinya bersama istrinya, Felicia Suadika, memilih untuk mendekat ke kandang hewan peliharaannya. Hal itu bertujuan untuk memastikan keselamatan 195 satwanya dengan 52 spesies yang dipeliharanya. Hanya saja, saat semuanya dalam keadaan trauma, diakuinya bingung untuk mendapatkan makanan untuk satwanya.

“Saat itu kita kumpulkan semua satwa jadi satu, tapi yang jadi kekhawatiran saat itu bagaimana kasih mereka makan,” katanya.

Namun hal itu terbantu, setelah 2 hari bertahan dengan stok makanan yang ada. Perkumpulan Kebun Binatang Seluruh Indonesia(PKBSI), datang membawa kebutuhan makananya satu trek. Bahkan mereka terjun langsung sebagai relawan untuk memastikan kondisi satwa.

Lanjutnya, Jumlahnya banyak, bahkan mereka (relawan) langsung mendirikan camping di LEP selama 3 Minggu. Tidak hanya bantuan makanan yang diberi, tapi bantuan kesehatan untuk satwa juga mereka berikan.

“Beberpa bangunan pun retak karena guncangan itu,” imbuhnya.

Diakuinya, tidak hanya satwa saja menjadi masalahnya, sejumlah bangunannyapun retak, bahkan ada yang roboh yaitu kandang gajah. Operasionalnyapun tertutup selama 1 bulan. Setelah dilakukan perbaikan saat ini, sudah mulai di buka kembali.

Sebab itu, saat ini sedang dilakukan pemulihan untuk menghilangkan traumannya, dengan diajak bermain dan diberi perhatian ekstra. Karena disini jugakan sedikit bangunan jadi aman untuk para satwa.

“Saat ini, LEP sudah dibuka lagi dan ada harga khusus untuk warga lombok, harga tiketnya sebesar Rp 50 ribu bagi orang dewasa dan Rp 40 ribu khusus anak-anak,” jelasnya.

Tambahnya, Syarat untuk harga khusus ini adalah warga yang berkunjung, harus menunjukkan identitasnya yaitu KTP. Supaya diketahui bahwa mereka adalah warga Lombok. Tujuannya supaya diberikan harga murah sekaligus memberikan trauma healing.

“Karena normalnya harga tiket Rp 200 ribu untuk dewasa dan anak-anak Rp 150 ribu,”pungkasnya.(Idam)