Massa AMB Tuntut Bupati Mundur Jika Tak Mampu Lagi Atasi Konflik Pilkades


KANALINDONESIA.COM : Sejumalh massa yang tergabung dalam Advokasi Masyarakat Bangkalan (AMB) tuntut Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Muh. Makmun Ibnu Fuad mundur dari jabtannya. Jika tak mampu atasi konflik pemilihan kepala desa (pilkades) serentak gelombang kedua yang akan  dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 2016 nanti.

“Sebaiknya Bupati Bangkalan mundur     saja jika tak mampu lagi atasi konflik pilkades serentak gelombang kedua,” ujar koordinator aksi AMB, Mathur Khusairi, saat berorasi didepan pintu gerbang kantor Bupati Bangkalan yang dijaga ketat puluhan aparat dari Polres Bangkalan, Kamis, (13/10/2016).

Menurut Mathur, beberapa konflik yang hingga kini masih menggantung dan muncul sebelum pelaksanaan pilkades serentak gelombang kedua itu. Antara lain, banyaknya bakal calon kepala desa (balon kades) yang di diskwalifikasi dan dinyatakan gugur (tidak boleh ikut mencalonkan diri sebagai calon kades didesa yang bersangkutan). Karena arogansi panitia pemilihan kepala desa (P2KD) desa setempat. Belasan Balon Kades yang dinyatakan gagal tersebut diantaranya dua di Kecamatan Kwanyar (Desa Karang Anyar dan Desa Paoran), dua di Kecamatan Tragah (Desa Banyubesi dan Desa Pacangan), selanjutnya tiga  di Kecamatan Klampis (Desa Klampis Timur, Desa Buluk Agung dan Desa Tobetung), satu di Desa Tanjung Bumi Kecamatan Tanjung Bumi dan satu di Kecamatan Geger yakni Desa Banyuning Laok.

“Kami menagih Janji ketegasan Bupati Bangkalan, Makmun Ibnu Fuad  untuk segera menyelesaikan konflik balon kades yang gagal mendaftarkan diri sebagai kepala desa tersebut. Padahal mereka sudah memenuhi syarat,” papar Mathur Khusairi.

Selanjutnya, massa unras yang sudah tidak sabaran lagi, ingin menerobos bolakde aparat keamanan dari Polres Bangkalan dan bentrokan nyaris terjadi karena Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad atau perwakilannya tidak nampak menemui massa unras. 

Untungnya tak lama kemudian Fahrillah perwakilan massa unras datang dan membacakan hasil pertemuan dengan Wakil Bupati (Wabup Bangkalan, Mondir Rofi’i) mewakili Bupati Bangkalan, didampingi Asisten Pemerintahan selaku Ketua P2KD Kabupaten Bangkalan, Kepala Bappemas dan Pemdes Bangkalan, Ismed dan disaksikan Kabag Operasi Polres Bangkalan mewakili Kapolres Bangkalan, Kompol Agung Setiyono. Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangkalan, menanda tangani surat pernyataan memenuhi tuntutan massa unras. Diantaranya Pemkab Bangkalan sepakat melaksanakan pemungutan suara sesuai rencana yakni 27 Oktober 2016 dan tidak ada penundaan lagi. Kemudian bagi desa-desa yang belum siap ikut pilkades tahap dua, diberi kesempatan ikut pilkades gelombang ketiga yang digelar tahun ini juga (2016. Ratusan massa yang merasa puas dengan pernyataan tersebut kemudian membubarkan diri. (Yans)

Baca:  Warga Bangkalan Digegerkan Penemuan Mayat Penuh Luka dan Leher Nyaris Putus