Awas !!!, Marak Kejahatan Bobol ATM dengan Modus Ganjal Kartu ATM di Mojokerto

Caption foto : mesin ATM yang ada di RS Gatoel

KANALINDONESIA.COM : Andik Ariyanto (32) warga Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto menjadi korban komplotan pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Korban kehilangan saldonya sebesar Rp 6,2 juta. Komplotan pelaku ini menggunakan modus ganjal kartu ATM.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Andria Diana Putra menuturkan kronologi kejadian tersebut, bahwa aksi pembobolan kartu ATM ini, dilakukan pelaku saat korban mengambil uang di mesin ATM BRI di halaman RS Gatoel, Jalan Raden Wijaya, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

“Saat korban memasukan kartu ATM ke mesin, terlihat eror,” ungkapnya.(14/10/2016)

Masih menurut Kasat, setelah ditekan-tekan ternyata kartu ATM korban tak bisa keluar. Korban yang panik karena kartu ATMnya tidak bisa keluar, didatangi seseorang yang diduga pelaku. Orang tersebut menyarankan agar korban mencoba mencairkan uang supaya kartu bisa keluar. Kemungkinan saat korban memasukkan nomor PIN ATM diintip oleh pelaku.

Baca:  Sambut Malam Tahun Baru 2018, Satlantas Polres Pacitan Gelar Razia Knalpot Brong

“Karena setelah dicoba, tetap tidak bisa keluar uang, kartu juga tak bisa keluar. Kemudian pria itu keluar, sementara korban memilih meminta bantuan ke satpam rumah sakit. Saat baru keluar dari bilik ATM menuju pos satpam, korban melihat pria asing lainnya yang masuk ke dalam bilik. Namun korban mengabaikan karena mengira mesin ATM BRI sedang rusak,” tegasnya.

Akibat kejadian ini korban menderita kerugian Rp 6,2jt. Kerugian ini diketahui setelah adanya bukti pengambilan dari BRI serta menyisakan saldo Rp 15 ribu.

“Saat korban kembali ke bilik ATM, kartu ATM milik korban sudah dibobol yakni sebesar Rp 6,2 juta. Jumlah kerugian korban tersebut diketahui berdasarkan bukti pengambilan dari BRI dan hanya menyisahkan saldo di rekening korban sebesar Rp 15 ribu. Pelaku membobol ATM dengan cara ganjal kartu,” pungkasnya.(elo)

Baca:  Kepala DPMD : Program Blimbingisasi Mojowarno, Untuk Masyarakat Bukan Perseorangan