Dewan Trenggalek Tegaskan Agro Park untuk Rubah Pandangan

H Samsul Anam Ketua DPRD Kab. Trenggalek

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Taman Edukasi ‘Agro Park’ milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kian serius dipercantik tanpa meninggalkan tema aslinya yakni sawah dan edukasi.

Bertengger tepat di sisi Barat ring road jalan Soekarno- Hatta Kelurahan Ngantru Kecamatan/ Kabupaten Trenggalek itu kini telah dibangun infrastruktur pendukung wahana sebagai alternatif rekreasi keluarga, salah satunya monumen megah Pranoto Mongso.

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, H Samsul Anam mengatakan, pembangunan Trenggalek Agro Park, merupakan jawaban atas image yang terbentuk jika daerah ini terpinggirkan atau ‘Ndeso’.

“Ada pemandangan menarik di Trenggalek, sawah di tengah kota dan banyak yang mengatakan Trenggalek ini masih ndeso banget atau belum berkembang karena di tengah kota masih ada sawah,” ungkapnya, Rabu, (17/10/2018).

Dia mengaku,paradigma itu, sawah yang ada di tengah kota bukan menjadi lambang  tidak maju, akan tetapi ada apresiasi terhadap kehidupan dan kultur agraris yang menjadi pondasi perekonomian  kita.

“Kehidupan bertani sudah turun temurun dari nenek moyang hingga ke generasi kita sampai sekarang,” terangnya.

Lebih lanjut politisi asal PKB ini menambahkan dengan penamaan Trenggalek Agro Park,jelas sesuai dengan tema tamannya yaitu pertanian yang sifatnya edukatif dan sarana rekreasi.

“Kita gak perlu jauh-jauh jika menimba ilmu pertanian cukup di sini,” imbuhnya.

Dikatakannya, pemkab harus terus bereksperimen untuk membuat tempat ini cantik bagaikan taman kota, dengan syarat  temanya tetap  sawah dan edukatif.

“Khabarnya dalam waktu dekat akan selesai dibangun Tugu Pranoto Mongso yang didalamnya ada penjelasan mengenai mongso atau musim yang terjadi di tanah air. Ini pas  untuk mengingatkan kita saat ini atau bulan ini musim atau mongso apa,”ungkapnya.

Samsul berharap  dengan adanya taman ini, generasi muda yang menganggap bertani itu ketinggalan jaman dan kuno menjadi paham, alasannya pertanian itu bila dikelola dengan teknologi hasilnya beda.

“Disini kata kuncinya teknologi, misalnya pertanian menggunakan bioflok. Orang tahunya empang, namun dengan bioflok orang bisa panen lele dengan hasil yang baik bahkan kemarin sempat menjadi PAD Trenggalek,” tegasnya.

Selain itu, seperti ternak Kambing PE kalau kandangnya di desain dengan baik, dalam Agro Park ini akan ada Denplot Minatani, Denplot Tanbulanpot, Taman Anggrek, Budidaya lele sistem bioflok, Denplot Ternak Kambing PE dan masih banyak yang lain pertanian yang dipadukan dengan perkembangan teknologi.(ham)