Limbah Pabrik Gula PT. KTM Ngimbang Mendapat Respon Keras dari Anggota DPRD Lamongan 

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Pabrik Gula PT Kebun Tebu Mas (KTM) di kecamatan Ngimbang kabupaten lamongan yang di duga kembali mengeluarkan bau yang tidak sedap akhir-akhir ini, mendapat perhatian serius dari kalangan Anggota DPRD Lamongan.

Seperti yang diungkapkan Ketua komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan, Saifudin Zuhri menegaskan kalau benar Pabrik Gula PG PT Kebun Tebu Mas kembali mengeluarkan bau yang tidak sedap, maka pihaknya dalam waktu dekat akan menanyakan kenapa sampai terjadi seperti itu lagi.

” Beberapa waktu yang lalu masalah bau itu sudah sampai membuat resah masyarakat sekitar pabrik, bahkan baunya saat itu juga sampai tercium dari kawasan yang relatif jauh dari lokasi pabrik,” ujarnya Jum’at (19/10/2018).

Wakil rakyat tersebut mengatakan apa ada yang salah dengan sistem pembuangan limbah pabrik ataukah terjadi human eror, pihaknya menyatakan dalam waktu dekat ini akan di agendakan secepatnya untuk bisa meminta keterangan kepada pihak Pabrik Gula (PG) PT KTM.

” Mengingat ini belum musim hujan saja sudah keluar bau tidak sedap, apalagi kalau sudah memasuki musim hujan nanti,” terangnya.

Ketua komisi B dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menyampaikan akan melibatkan akademisi atau ahli yang paham dengan masalah tersebut.

” Kita akan mencari masukan untuk selanjutnya kita minta kepada pabrik agar menindak lanjuti masalah bau itu, kalau ternyata ada kelalaian dari pabrik, kita bersama komisi C serta dinas terkait yang membidangi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) akan meminta agar pemerintah memberi sanksi kepada pabrik itu,” ungkap Saifudin Zuhri dengan tegas.

Sementara itu, menurut penuturan dari salah seorang pegawai pabrik gula PT KTM mengungkapkan akses media saat ini untuk masuk ke pabrik sangat di batasi, namun kalau dari kalangan pemerintahan sangat mudah sekali untuk masuk.

“Kalau soal bau, biasanya siang hari juga mulai muncul baunya, tapi tidak terlalu terasa, baru kalau menjelang malam hari baunya terasa menyengat,” tuturnya

Jurnalis : Omdik / Ferry / Bisri

Editor.    : Arso