Sambut Hari Santri Ribuan Santri Tarbiyatut Tholabah Lamongan Bersekolah Mengenakan Sarung

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ada pandangan yang berbeda dari hari – hari biasanya, tampak ribuan siswa siswi mulai dari TK, MI, MTs, – MA sampai perguruan tinggi se yayasan pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan berangkat sekolah memakai sarung ala santri. Minggu (21/10/2018).

Seperti yang dikatakan kepala Madrasah Aliyah dari Yayasan Ponpes Tarbiyatut Tholabah, jika sengaja hari ini seluruh aktifitas seragam baik murid sampai guru yang laki-laki memakai serung, sedangkan yang perempuan memakai atasan putih serta bawahan putih, semua itu demi memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018.

“Iya hari ini tidak hanya siswa, seluruh gurupun hari ini memakai sarung dan baju koko putih serta songkok nasional hitam dalam melaksanakan tugas mengajar. Namun bagi siswa dan guru yang putri memakai bawahan putih dan atasan putih. Hal ini kami laksanakan sesuai instruksi dari yayasan untuk menyambut Hari Santri Nasional (HSN) yang puncak acaranya akan dilaksanakan besok tanggal 22 Oktober,” kata H. Mahbub Junaidi Kepala MA

Sementara itu, ketua Yayasan H. Fathur Rohman mengajak kepada semua komponen yang ada di yayasan, untuk ikut serta menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018.

“Dalam rangka memperingati hari santri nasional kami mengajak semua siswa dan guru untuk meramaikan kegiatan ini dengan memakai sarung dan baju koko pada hari ahad dan senin, sementara untuk besok puncak acaranya akan digelar upacara bersama di halaman pondok,” tutur H. Fathur Rohman.

Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2018 merupakan peringatan yang ke -4 setelah Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo menerbitkan keputusan bersejarah. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 22 Oktober 2015 tentang Hari Santri.

Keputusan yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah itu merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

Dari situlah mengapa Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia saat ini, mengekspresikan rasa syukur dengan memperingati Hari Santri.
Sembunyikan kutipan teks

Jurnalis : Omdik / Ferry / Bisri

Editor. : Arso