Dinsosnaker Kota Kediri Akui Kesulitan Pendataan PSK

KANALINDONESIA.COM Realisasi Pengosongan penghuni lahan eks Lokalisasi Semampir kota Kediri yang rencananya Desember 2016 ini terlaksana, masih terkendala pendataan Penghuni. Kendala diakibatkan antara ada dan Tiada nya Penghuni bila siang hari
Dewi Sartika kepala DinsosNaker dalam keteranganya pada saat ini data yang masuk di Dinas Sosial Tenaga Kerja ( DinsosNaker ) kota Kediri ada 690 jiwa dari 280 KK yang ada itu hanya dari Empat RT yang ada di RW 5 .Kata Dewi saat hearing dengan komisi C DPRD Kota Kediri, Jumat (14/10/2016).
Dan kendala yang dialami oleh pihak Dinsosnaker terkait dengan pengosongan hunian karena pendataan PSK yang ada,”karena malam hari mereka ada namun siang hari tidak ada bagaimana kita bisa mendata,” jelas Dewi.

Baca:  Bekas Galian C Anak Bupati Gresik, Tewaskan Tri Ramadhani

Sementara itu terkait dengan lahan yang milik Pemkot itu bukan wewenang Dinsos, “kita hanya mengurusi sosialnya saja. Lahan atau aset itu urusannya bagian Aset Pemkot Kediri dan Satpol PP,”terangnya.

Dewi berharap 2016 ini semua urusan sosial untuk eks lokalisasi Semampir bisa terlaksana dan ditahun 2017 semua kegiatan dan pemanfaatan lahan oleh Pemkot Kediri akan bisa terlaksana.

Dewi juga menambahkan dari data Provinsi Jatim daerah Kota Kediri masih masuk kategori belum bebas prostitusi,” 2016 ini makanya harus selesai,” imbuh Dewi didepan Komisi C DPRD Kota Kediri.

Dewi juga mengatakan uang santunan yang akan diberikan pada warga RW 5 dan juga PSK sebesar Rp.2,5 juta untuk biaya pindah dan biaya hidup. Namun saat ini masih menunggu SK.Walikota .Pungkas Dewi.( G.Marmoyo)

Baca:  Temuan Bayi di Ranuyoso, Kapolres Lumajang: Siapapun yang Mengadopsi Harus Memberikan Pendidikan yang Terbaik