Baznas Gelar Rakernas UPZ Baznas 2019

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas 2018 di Jakarta, selama dua hari yakni Rabu – Kamis (24-25/10/2019).

Rakernas UPZ ini diikuti 135 peserta dari 89 instansi UPZ baik dari kementrian, lembaga negara, BUMN, dan swasta.

Ketua Baznas Prof. Bambang Sudibyo MBA CA, mengatakan UPZ sudah memberikan kontribusi dalam pengelolaan zakat di Indonesia.

Dengan diadakannya rakernas UPZ ini dimaksudkan untuk meningkatkan peran UPZ dalam gerakan zakat nasional, sehingga dapat melayani lebih baik kepada mustahik maupun muzaki.

“Layanan UPZ memudahkan para pegawai pada institusi dan karyawan perusahaan dalam menunaikan zakatnya, baik yang bersifat rutin setiap bulan maupun jenis zakat lainnya. Selain itu, UPZ juga menjadi solusi, bukan hanya dalam membantu mustahik di lingkungan pegawai dan karyawan namun juga bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Bambang Sudibyo kepada Kanalindonesia.com usai membuka Rakernas UPZ Baznas 2018 di Hotel Lumiere, Jakarta (24/10/2019).

Ia menjelaskan, UPZ bersama Baznas dan LAZ (Lembaga Amil Zakat) menjadi bagian dalam perjuangan mengentaskan satu persen kemiskinan di Indonesia setiap tahun.

Menurutnya, kepercayaan publik terhadap UPZ terus meningkat. Ini dibuktikan dengan penghimpunan zakat yang terus naik.

“Pada bulan Januari hingga Oktober 2019, UPZ telah mengumpulkan zakat senilai Rp50 miliar dan diperkirakan akan terhimpun lebih dari Rp 63 Miliar. Hasil ini lebih tinggi dari tahun lalu yang terhimpun Rp 57,4 Miliar,” ungkap pria yang pernah menjabat Menteri Keuangan.

“Dengan pencapaian ini, saya berharap UPZ makin mengoptimalkan perannya sehingga makin banyak umat dapat terlayani dalam melaksanakan ibadah zakat dan makin banyak mustahik menjadi lebih sejahtera secara materi dan spiritual,” imbuh Bambang.

Sementara itu, Kepala Divisi UPZ Baznas Faisal Qosim memaparkan  UPZ dibentuk berdasarkan Undang-undang no.23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pada aturan ini disebutkan, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, maka Baznas Pusat, Baznas provinsi dan kabupaten / kotamadya dapat membentuk UPZ pada instansi pemerintah, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, perguruan tinggi, masjid dan perusahaan swasta.

UPZ juga dapat dibentuk pada perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta di tingkat kecamatan, kelurahan atau tempat lainnya.

Dalam mengoptimalkan perannya, UPZ juga meningkatkan kinerja internal amilnya. Dalam Rakernas ini, UPZ memberikan laporan pengelolaan zakat tahun 2018 dan menyiapkan susunan rencana kerja anggaran tahunan tahun 2019.

“UPZ ini mendorong penguatan zakat, dan pemerintah mendukung. Semoga semakin banyak lagi perusahaan yang membentuk UPZ Baznas, sehingga para penerima manfaat merata dan semakin luas dan tentu dapat membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia,” kata Faisal Qosim.

Ia mengklaim, sampai saat ini terdapat 128 instansi terdiri dari Kementerian, Lembaga Negara, BUMN, dan Swasta yang sudah terbentuk UPZ Baznas dan melayani penghimpunan serta penyaluran zakat.

“Semoga semakin banyak UPZ terbentuk sehingga semakin banyak dalam melayani penghimpunan dan penyaluran zakat, sehingga makin banyak umat terlayani,” tutur Faisal Qosim.

 

Hadir sebagai pembicara dalam Rakernas UPZ Baznas 2019 antara lain Ketua Baznas Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA, Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta, Kepala Divisi UPZ Baznas Faisal Qosim dan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Fuad Nasar. @Rudi