Rela Antri, Warga Desa Sendangharjo Brondong Krisis Air Bersih

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Udara yang sangat panas menyengat sangat terasa akhir-akhir ini, apalagi hujan sudah lama tidak turun, membuat cuaca terik tak tertahankan. Berita di mana-mana terjadi kekeringan hingga air susah didapat, air kubangan dan sungai yang butek menjadi tujuan warga untuk diangsu (diambil airnya).

Prihatin rasanya kalau air sudah mulai sulit didapat, kita semua merenung, panik dan mencari air untuk tujuan multiguna bagi kehidupan makhluk hidup siapa pun itu. Apalagi terasa akhir-akhir ini di luar cuaca sangat amat panas.

Seperti yang saat ini dirasakan oleh masyarakat Desa Sedangharjo, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Hujan yang hampir tidak turun hampir empat bulan terakhir ini terasa sangat menyusahkan masyarakat Desa Sendangharjo yang yang mayoritas warganya memanfaatkan aliran sudetan Bengawan Solo sebagai tumpuhan kehidupan mereka.

Desa Sendangharjo yang terdiri dari tiga dusun yakni, Wide, Benges dan Mencorek semuanya saat ini krisis air bersih terutama Dusun Wide dan Benges. Hujan yang turun terakhir bulan Juli 2018 tersebut membuat sumur-sumur warga kering, bahkan sudetan Bengawan Solo pun debit airnya sangat memprihatinkan.

Mulasto (45) warga Dusun Wide ditemui Kanalindonesia.com saat mengantri air menjelaskan, sejak satu bulan terakhir ini Desa Sedangharjo terutama Dusun Wide dan Dusun Benges kekurangan air bersih. Dia bersama warga yang lain harus pergi ke Desa Pambon sejauh 2 kilometer arah Utara dari tempat tinggalnya untuk bisa mendapatkan air bersih. Di Desa Pambon terdapat sumber air dari sumur bor warga yang disediakan untuk mengatasi krisis air ini dengan harga 500 rupiah setiap satu jurigennya.

Ratusan orang setiap harinya harus bolak-balik dan membuat antrian panjang agar bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup mereka mulai dari memasak, mencuci hingga kebutuhan mandi. Mereka harus merelakan waktu dari antri tersebut sehingga pekerjaan utamanya banyak yang terbengkalai.

“Saya sengaja mengambil air ke sini siang hari, mulai jam 10.00 WIB hingga jam 13.00 WIB karena tidak terlalu padat antriannya,” ujar Mulasto.

Senada dengan Mulasto, Karimah (63) warga Desa Pambon Kecamatan Brondong sebagai pemilik dari sumur bor mengatakan, antrian yang sangat padat ketika mengambil air ini biasanya pagi hari seusai Sholat Shubuh hingga jam 07.00 WIB dan sore hari jam 15.00 WIB sampai Maghrib tiba. Setiap orang dalam satu hari bisa sampai tujuh kali datang ke sumber air milik Karimah tersebut.

“Yang datang mengambil air kesini satu orang sekali datang rata-rata membawa 4 jerigen dan bahkan lebih,” kata Karimah.

Perempuan paruh baya itu juga menambahkan, ini merupakan tahun terparah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat sangat menbutuhkan pasokan air bersih. Terkait dengan harga, Karimah menjelaskan kalau harga sebesar Rp. 500 sudah disepakati warga, dan mereka sangat beruntung karena ada yang menyediakan air untuk mengatasi krisis air ini.

Sementara itu, Kepala Desa Sendangharjo, Ahmad Kirom mengatakan bahwa kekurangan air ini akibat musim kemarau yang panjang sehingga sudetan Bengawan Solo yang selama ini menjadi sumber dari ketersediaan air di Desa Sendangharjo pun sangat berkurang.

“Sebetulnya kami punya Weslik yang kami gunakan untuk menyuplai kebutuhan air di Desa Sendangharjo terutama Dusun Benges dan Dusun Wide. Namun, karena sumberwnya ada di Sudetan dan di sana sendiri kondisinya seperti itu maka tidak bisa melayani warga,” terang Ahmad Kirom.

Ahmad Kirom pun menambahkan, Pemerintah Desa Sendangharjo berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mencukupi kebutuhan warga ini, salah satunya dengan cara mendatangkan beberapa tangki air bersih yang diambilkan dari wilayah Brondong dan sekitarnya.

“Kami sudah komunikasi dengan beberapa pemilik truk tangki untuk bisa melayani warga Desa Sendangharjo semaksimal mungkin, walau itu tidak gratis dan warga pun siap,” kata Ahmad Kirom.

Dia juga mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan agar bisa mengatasi krisis ini dengan cara menormalisasi sudetan Bengawan Solo ini bisa maksimal dalam mengalirkan air agar warga Desa Sendangharjo dan sekitarnya bisa mencukupi kebutuhan air yang sangat vital ini.

Jurnalis : omdik/ferry/bisri
Editor : Arso