Politik dan kedewasaannya

Oleh : Subadianto, Ketua Fraksi PAS DPRD Kab. Trenggalek

Kebhinekaan dan Kebangsaan adalah takdir sejarah bangsa. Keberpihakan umat Islam kepada kebangsaan dan Kebhinekaan adalah fakta sejarah yang tidak dapat dikesampingkan. Ketika ada kelompok yang berupaya membenturkan Keislaman, Kebhinekaan dan Kebangsaan maka mereka secara sadar telah memunggungi takdir sejarah bangsa Indonesia. Para pendiri Republik ini tidak pernah membenturkan Islam dengan Kebhinekaan dan NKRI. Bahkan para pendiri Republik ini menjadikan Islam sebagai sumber inspirasi yang menyalakan api revolusi kemerdekaan Indonesia. Umat Islam telah menjadi yang terdepan dalam mempersatukan bangsa ini lewat sumpah pemuda. Umat Islam telah menjadi yang terdepan dalam menggelorakan revolusi 1945. Bahkan konsepsi NKRI pun terlahir dari perjuangan umat Islam di mimbar parlemen.

 

Indonesia yang besar dalam ukuran wilayah negara, dalam jumlah penduduk, dalam keragaman dan keindahan alamnya, dalam kekayaan sumber daya alamnya, dalam keluhuran agama, adat istiadat, dan budayanya, dalam pengalaman dan kesadaran sejarahnya, dan dalam penghayatan optimisme kolektifnya sangat pantas menjadi penanda kehidupan. Untuk itu mari rajut kebersamaan, jangan biarkan diri kita terus menerus berada dalam pertikaian.

 

Demokrasi memang melahirkan persaingan-persaingan, tetapi itu bukan permusuhan. Persaingan itu adalah kontestasi gagasan dan kehendak untuk memberi kontribusi optimal bagi kesejahteraan rakyat , “fastabiqul khoirot”.Karena itu selama berkompetisi dalam demokrasi, jangan pernah melakukan tindakan-tindakan yang melukai lawan politik, yang dapat menimbulkan keterbelahan dan sulit terobati. Dan setelah kompetisi, seberat apa pun kondisinya, semua kita harus berlapang dada untuk saling memaafkan dan merajut kembali persatuan. Semoga Allah swt meridhai cita-cita dan ikhtiar kita untuk kemajuan NKRI dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia yg kita cintai.  Aamien ya robbal ‘alamien.