Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Ditangkap Polisi

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM: Satuan Reskrim Polsek Kedungpring Sabtu, (27/10/2018) sekitar pukul 11.00 WIB menangkap seorang oknum wartawan berinisial Fa (36) warga Dusun Kalongan, Desa Banaran, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. karena  diduga telah melakukan pemerasan terhadap seorang ketua kelompok tani (Poktan).

Ketua Poktan yang menjadi korban pemerasan oknum wartawan tersebut adalah Narto (45) warga  Dusun Ngampon, Desa Tenggerejo ,Kecamatan Kedungpring,

Kasubbag Humas Polres Lamongan Kompol Harmudji ketika dikonfirmasi, membenarkan tentang penangkapan seorang oknum wartawan tersebut.

“Iya benar, petugas mengamankan seorang oknum wartawan berinisial FA (36) karena diduga melakukan pemerasan terhadap kelompok tani, Tersangka kita tangkap di warung kopi Majapahit, Desa/Kecamatan Kedungpring saat melakukan tindak pemerasan,” ungkap Kompol Harmudji. Sabtu (27/10/2018) malam.

Tak hanya itu, Harmudji menjelaskan penangkapan tersangka bermula, pada Kamis (25/10/2018) sekitar pukul 11.00 WIB pelaku, mendatangi rumah Narto Ketua kelompok tani (Poktan) Mekar Jaya Dusun Ngampon ,Desa Tenggerejo, dengan maksud menanyakan perihal bantuan benih padi. Kemudian pelaku meminta uang dari nilai benih padi yang terkumpul dari kelompok tani.

“Pada hari Jumat (26/10/2018) sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku menghubungi korban melalui pesan Whatshap meminta uang sebesar Rp 2 juta. Dengan dalih uang tersebut untuk menghapus data dan video rekamam dari wawancara dengan kelompok tani,” terang Harmudji.

Harmudji melanjutkan, kemudian pada hari, Sabtu (27/10) . korban bersama pelaku bertemu di warumg kopi Majapahit di wilayah Kecamatan Kedungpring untuk menyerahkan uang.  Sebelumnya korban sudah melaporkan atas dugaan tindak pemerasan tersebut ke  pihak berwajib. setelah korban dan pelaku bertemu, lalu  menyerahkan uang sebesar Rp 2 juta kepada pelaku.

” Polisi yang sudah di lokasi, saat korban menyerahkan uang kepada pelaku. Dan uang sudah berpindah tangan ke pelaku, polisi langsung menyergapnya. Selajutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Kedungpring guna proses lebih lanjut,” pungkasnya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti uang hasil pemerasan sebesar Rp 2 juta, dua ponsel (telepon seluler) merk Oppo, dan  kartu pres media online atas nama pelaku, serta sepeda motor Honda supra Fit warna hitam nopol S 5012 CB milik pelaku.

Jurnalis : Omdik / Ferry / Bisri

Editor.    : Arso