Banyaknya ODGJ, Lamongan Butuh Rumah Sakit Jiwa

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pembangunan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lamongan semakin mendesak. Sebab, permasalahan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) jumlah bertambah signifikan.

Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Lamongan, Djuwari mengatakan, berdasarkan data yang dihimpunnya, jumlah ODGJ mencapai 3 ribu orang lebih. Setiap bulannya, kasus baru ditemukan minimal tiga orang dengan tingkat penyakitnya berbeda-beda.

Karena itu, keberadaan RSJ cukup mendesak untuk memberikan pengobatan secara optimal selama ini, pengobatan ODGJ dilakukan secara berkala melalui pendampingan petugas Puskesmas terlatih. Namun, sistemnya hanya rawat jalan, bukan rawat inap. Sehingga tidak maksimal.

“Kalau Puskesmas rintisan ini segera terealisasi akan menguntungkan, minimal bisa menjadi rawat inap sementara,” ujarnya.

Menurut Djuwari, apabila penderita bisa dideteksi sejak awal, permasalahan ODGJ sebenarnya bisa diselesaikan secara bertahap. Biasanya, gejalanya dimulai dengan stres ringan. Selanjutnya mengarah pada orang dengan masalah khusus (ODMK).

Ketika menjadi ODMK, melalui pendekatan psikiater dan dokter sebenarnya bisa sembuh. Namun, rata-rata deteksinya lambat. Akibatnya penderita langsung menjadi ODGJ. Menurut dia, selain tempat perawatan khusus bagi penderita ODGJ, Lamongan juga butuh perawat dan dokter spesialis.

Rencananya, Puskesmas Karangkembang Babat akan dijadikan rujukan pengobatan bagi penderita gangguan jiwa. Tipenya C tapi bisa digunakan untuk rawat inap di Puskesmas tersebut.

Jurnalis: omdik/ferry/bisri
Editor : Arso