Saksi Benarkan Para Kongsi Henry Gunawan Belum Terima Haknya

KANALINDONESIA.COM, Surabaya Henry Jocosity Gunawan disudutkan saksi meringankannya dalam sidang lanjutan kongsi penipuan dan penggelapan pembangunan dan pengelolaan Pasar Turi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (2018).

Adalah Direktur Operasional  PT Gala Bumi Perkasa (GBP) Lie You Hin yang seharusnya bersaksi meringankan Henry, justru berbalik menyudutkan bos PT GBP. Pasalnya, sebelum bersaksi, Lie You Hin sempat berdiskusi dengan tim pembela Henry yakni Agus Dwi Warsono sambil membawa sejumlah data yang telah disiapkan.

Awal kesaksian Lie You Hin berjalan lancar. Saat tim pembela terdakwa Henry, Agus Dwi Warsono menanyakan kepada saksi, semua dijawab dengan lugas.

Namun giliran Jaksa Penuntut Umum (JPU) Darwis menanyakan asal mula notulen kesepakatan asli tanggal 13 September 2013 yang dibuat oleh Henry dengan para kongsi yang diambil dari berkas PT Gala Bumi Perkasa (GBP), jawaban Lie You Hin mulai berbelok.

“Saya dapat dari penasehat hukum,” kata Lie You Hin menjawab pertanyaan jaksa Darwis saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (29/10/2018).

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, saksi Lie You Hin membenarkan jika para kongsi dari PT Graha Nandi Sampoerna (GNS) belum mendapatkan haknya meski sudah melaksanakan kewajibannya  menyerahkan modal saham di PT GBP.

“Sudah dipenuhi dan sudah disetor di rekening GBP, namun sahamnya belum diaktakan di notaris, adanya di laporan audit,” ungkapnya.

Lie You Hin juga membenarkan adanya penyerahan Bilyet Giro (BG) sebanyak 12 lembar yang merupakan salah satu bagian dari notulen kesepakatan 13 September 2013 ke PT GNS. Dari 12 BG tersebut, Saksi menyebut ada 2 BG yang sudah dicairkan.

“Yang satu ke Pak Weifan dan yang satu saya tidak tau siapa yang mencairkan,” imbuhnya.

Tetapi keterangan terkait adanya  pencairan 2 BG itu dimentahkan jaksa Darwis, dengan menunjukkan 11 BG asli yang disita oleh penyidik Bareskrim Polri ke majelis hakim pemeriksa perkara ini.

“Silahkan Anda lihat, BG mana yang dicairkan selain yang diberikan ke Pak Weifan,” kata Jaksa Darwis yang disambut kata diam dari saksi Lie You Hin.

Sementara terkait janji Henry yang juga akan memberi sebagian keuntungan berupa bangunan pergudangan sebanyak 57 unit gudang di kompleks pergudangan Rich Park, Gedangan-Sidoarjo dibenarkan saksi Lie You Hin. Namun, janji keuntungan itu tak kunjung ada, lantaran gudang tersebut masih berupa tanah.

“Pergudangan itu masih berupa tanah saja dan masih dikuasai PT GBP, memang sampai sekarang belum dibangun,” ujar Lie You Hin.

Kesaksian Lie You Hin yang terlihat berbelok arah ini sempat menyulut emosi Agus Dwi Warsono. Dengan nada tinggi, Agus mengingatkan ke You Hin akan kebenaran keterangan yang diberikan.

“Coba ingat ingat kembali, jangan memberikan keterangan yang salah, Anda sudah disumpah,” ucap Agus dengan nada tinggi.

Persidangan kasus ini akan kembali digelar kembali pada Rabu (31/10) dengan mendengarkan keterangan saksi meringankan yang lainnya. “Sidang ditunda,” ucap Hakim Anne sembari mengetukkan palu sebagai tanda berakhirnya persidangan.

Seperti diketahui Henry Gunawan dilaporkan oleh tiga orang kongsinya atas penipuan penjualan saham dan pembagian keuntungan proyek pasar turi senilai Rp 240 miliar lebih.

Henry didakwa dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sebelumnya Henry juga telah diputus bersalah dalam kasus penipuan terhadap pedagang Pasar Turi dengan vonis 2,5 tahun dan juga divonis 2 tahun pada putusan bandingnya pada kasus penipuan tanah di Claket Malang.ria