​Presiden RI – Pimpinan MPR RI Resmikan Masjid Oesman Al-Khair


KANALINDONESIA.COM : Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (15/10 ), di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara Provinsi Kalimantan Barat  meresmikan Masjid Agung  Oesman Al Khair Sukadana.
Hadir dalam peresmian tersebut Pimpinan MPR RI Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, Oesman Sapta, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Ketua DPD RI M Saleh, beberapa anggota DPD RI, Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Kayong Utara, Forkompimda Kalimantan Barat dan lain-lain.

Demikian keterangan tertulis yang disampaikan pada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut Presiden RI menandatangani prasasti peresmian Masjid Agung sekaligus menerima replika Masjid Agung yang diberikan langsung oleh Oesman Sapta  dan dengan didampingi Pimpinan MPR,  Panglima TNI, Gubernur Kalbar  dan Bupati Kayong utara, Presiden RI mengelilingi area dalam dan luar masjid menikmati aristektur Masjid yang sekilas mirip bagunan monumental Taj Mahal di India.

Baca:  Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti Forum Literasi Digital Citizenship HPN 2018

Nama Oesman yang terukir menjadi nama Masjid Agung tersebut berasal dari nama Wakil Ketua MPR RI oesman Sapta yang mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid tersebut.

Presiden sangat mengagumi arsitektur Masjid.  Beberapa kali Presiden mendongakan kepala melihat area Masjid.

“Masjid yang sangat megah, yang sangat besar, masjid Oesman Al Khair, masjid terapung yang kalau kita lihat ke arah laut sangat indah, sangat megah sekali. Alhamdulillah,” ujarnya.

Masjid Agung Oesman Al-Khair Sukadana terlihat indah dan megah. Berada di tepi laut, tepat di tengah kelokan bukit yang memagari laut Sukadana. Pondasi masjid dan tiang pancang dengan kokoh menancap di tepi laut. Dalam pandangan mata, apalagi dilihat dari laut terkesan masjid berwarna putih itu melayang di atas air.

Baca:  Prosedur Kepulangan Pekerja Migran di Tengah Pandemi COVID – 19

Dibangun selama kurang lebih lima tahun sejak tahun 2012 dan selesai bulan Oktober 2016. Pembangunan masjid berkapasitas 3.000 jamaah tersebut menelan biaya sekitar Rp38 miliar.

Setelah meresmikan Masjid Agung Sukadana, Presiden festival Selat Karimata Sail 2016 di pantai Datok yang lokasinya tidak dari Masjid Agung. (ZAL)