Pelajar Di Trenggalek Terlindas Truk Meski Tak Tewas

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Nahas menimpa Bilio Syahputra Pradana, (16), pelajar asal RT 6 RW 3 Desa / Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, harus tergeletak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sudomo milik Pemkab Trenggalek, akibat kecelakaan lalu lintas yang menimpanya saat berkendara di jalan Kanjeng jimat tepatnya wilayah Desa Rejowinangun Kecamatan Trenggalek, sekitar jam 15.30.WIB,Selasa, (30/10/2018).

Sejumlah saksi menerangkan, korban berjalan dari arah barat dan masih berpakaian seragam sekolah, saat menyalip kendaraan berjenis truk , namun tiba-tiba dari arah berlawanan pik up menabraknya. Fatalnya tubuh korban yang terpental dilindas truk yang tidak sempat mengerem.

Kini kasus itu ditangani pihak laka lantas Polres Trenggalek, sedangkan korban segera ditolong dan secara intensif dirawat di rumah sakit.

Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo melalui Kanit Laka lantas polres Trenggalek IPDA Muhamad Munif membenarkan kejadian tersebut dan telah mengamankan kendaraan yang terlibat laka.

“Kasus itu sedang kita tangani dan yang jelas korban belum memiliki laik izin mengendara,”ucapnya.

Diceritakannya, berawal dari sepeda motor N max nopol AG 5309 YAK yang dikemudikan Bilio Syahputra Pradana (16), berjalan dari arah barat menuju ke timur dan kurang memperhatikan kendaraan yang ada di depannya.

“Lalu dari arah berlawanan muncul kendaraan Pik UP dengan Nopol AG 9043 AG,yang dikemudikan Imam Mubaroq , ( 34 ),warga Kelurahan Surondakan Kecamatan Trenggalek dan terjadilah kecelakaan,” terangnya.

Fatal, lanjut Munif, tubuh dari Bilio Pradana jatuh ke kanan dan langsung dilabrak truk AE 8351 UG yang dikemudikan Budiono ( 36 ) warga Desa Jatiprahu Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek.

“Truk ini langsung menabrak tubuh korban akibat tidak sempat mengerem, akibatnya korban mengalami luka yang cukup serius dan di bawa ke RSUD guna menjalani perawatan,”lanjutnya.

Dengan terjadinya laka lantas dimana pengendaranya belum cukup umur serta belum bisa memiliki izin mengendara atau SIM, maka Kanit Laka lantas Polres Trenggalek menghimbau kepada orang tua, supaya melarang kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan.

“Patuhi aturan lalu lintas, sebaiknya diantar dan dijemput sewaktu bersekolah,” pintanya.(ays/ham)