PD Muhamadiyah Kota Kediri Gugat Pimpinan Wilayah Jatim

KANALINDONESIA.COM: Karena Pimpinan Pusat ( PP) Muhammadiyah tak memberikan jawaban atas pengiriman surat pihak Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah atas pembekuan struktur kepengurusan PD Muhammadiyah Kota Kediri periode 2016 – 2021, akhirnya ketua PD Muhamadiyah kota Kediri dengan kesepakatan semua pengurus dan umat Muhamadiyah membawa polemik PD Muhammadiyah ke ranah hukum dengan menggugat Pimpinan Wilayah (PW) Muhamadiyah Jatim.

“Gugatan sudah kami ajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jatim pada tgl 14 kemarin. Dan inti pokok dalam gugatan kami adalah melawan arogansi dan kesewenang-wenangan Pimpinan Wilayah Muhamadiyah yang telah membutakan, mentulikan telinga, membungkam dan menyingkirkan Pimpinan Daerah Muhamadiyah kota Kediri yang telah dipilih umat sesuai kaidah Muhamadiyah,”kata Profesor Fauzan Saleh, sebagai ketua PDM terpilih kota Kediri yang baru dilantik bulan Maret 2016 lalu.

Baca:  Tak Pakai Masker, Puluhan Pengunjung Terjaring Operasi Yustisi

Lebih lanjut Fauzan menjelaskan, inti permasalahan dalam polemik PD Muhamadiyah Kota Kediri sebenarnya bersumber dari RS Muhamadiyah Kota Kediri.

“Awal polemik ini sebenarnya ada dirumah sakit Muhamadiyah yang pada awalnya karena direktur rumah sakit yaitu Dr.Erika yang tak se visi dengan PDM dan sudah melakukan pengunduran dirinya, namun oleh PWM digandoli dan diminta PDM tak menggangu kinerja Dr Erika,”Tutur Fauzan.

Ditambahkan Fauzan,”dari situlah polemik mulai berkembang, hingga PWM membela Dr.Erika dengan menarik kepengurusan rumah sakit ke PWM dan membekukan PDM Kediri Kota yang sebelumnya telah membesarkan rumah sakit, Kata Fauzan

Sebenarnya pihak PDM telah mencoba berbicara dengan pihak PWM, namun tak ada solusi dan justru muncul surat pembekuan pada PDM kota Kediri.

Baca:  Porseni XIII IGTKI PGRI Propinsi Jatim, Kontigen Jombang Raih Sejumlah Prestasi

“Justru PWM membekukan Kepengurusan PDM kota Kediri yang katanya tak taat aturan serta sudah menghancurkan amal usaha Muhamadiyah dan membahayakan rfumah sakit,”kata Fauzan, dikantor Muhamadiyah Sabtu(15/10/2016)

Pihak PDM juga sudah mengirimkan surat ke PP Muhamadiyah yang ada di Jogjakarta, namun hingga detik ini tak ada jawaban dan solusi bagi kami PDM kota Kediri.

“Akhirnya kami sepakat melanjutkan polemik pembekuan PDM kota Kediri ke ranah Hukum,”tegasnya.

Fauzan juga menambahkan, langkah yang diambil oleh PWM tersebut sebenarnya malah merusak umat Muhamadiyah dan memecah Umat Muhamadiyah.

“Sebenarnya kami juga enggan untuk membawa polemik tersebut ke ranah hukum namun bagaimana lagi sikap arogan PWM sudah tak lagi dapat ditolerir,”pungkas Fauzan

Baca:  Makam Didi Kempot di Ngawi Jadi Tempat Wisata

Terpisah Plt PDM yang diangkat oleh PWM Jatim yaitu Prof.Thohir Ludz saat dihubungi melalui telepon selulernya belum bisa dikonfirmasi. (G.Marmoyo)