Dewan Trenggalek Soroti PAD Pariwisata Masih Rendah

H Mugiyanto Ketua Komisi II DPRD Kab. Trenggalek, yang meminta PAD Pariwisata digenjot lagi

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Masih rendahnya pendapatan asli daerah (PAD)  Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dari sektor pariwisata mendapat sorotan DPRD setempat. Para wakil rakyat ni mendesak PAD pariwisata digenjot lagi. Alasannya, masih banyak potensi yang dinilai belum maksimal digali.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Mugiyanto mengatakan pihaknya bersama tim peningkatan PAD mulai memetakan berbagai potensi untuk menggenjot PAD 2018, salah satunya sektor pariwisata.

“DPRD bersama tim peningkatan PAD terus memetakan potensi PAD. Seperti, sektor pariwisata,” kata politisi Demokrat ini, Jum’at,(2/11/2018) di Trenggalek.

Mugiyanto mencontohkan banyaknya kawasan wisata yang ramai wisatawan. Seperti, obyek wisata Prigi  yang menarik retribusi masuk dan parkir, namun sampai Bulan September 2018 masih kurang Rp 18 Juta lebih, padahal harusnya sudah melampaui target karena kunjungan wisata juga naik.

“Jadi, intinya, kami ingin PAD digenjot. Jika Bupati ingin 20 persen kenaikan PAD, kita berharap bisa lebih,” jelasnya.

Dari kacamata DPRD, lanjut Mugiyanto, sektor pariwisata masih perlu didongkrak lagi. Sebab, belum optimal.

Selain sektor pariwisata, ada sejumlah sektor lain yang disoroti. Diantaranya, rertribusi parkir.

“Hasil retribusi parkir juga kita minta digenjot lagi,” jelasnya.

Hasil pemetaan PAD ini, keterangan Mugiyanto, akan menjadi acuan pembahasan APBD tahun 2019. Sehingga, sejumlah kegiatan yang dinilai kurang mendesak bisa ditunda dulu.

Terkait target PAD sekitar 20 persen, Dikatakan Mugiyanto, semuanya masih dibicarakan secara intensif. Pihaknya hanya berharap PAD yang menjadi penopang APBD Trenggalek bisa bertambah. Sehingga, sejumlah kegiatan yang sudah direncanakan bisa berjalan dengan baik.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, menegaskan kemajuan pariwisata tak bisa dijadikan tolak ukur naiknya PAD. Sebab, pariwisata yang dikembangkan di Trenggalek tak hanya berdampak pada PAD. Namun, menggeliatnya sektor lain  homestay, restoran dan akomodasi wisata lain tentunya juga mendongkrak ekonomi masyarakat.(ham)